Home TANGERANG HUB Tiga Strategi DP3A Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Kabupaten Tangerang

Tiga Strategi DP3A Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Kabupaten Tangerang

0
SHARE
BIMTEK: Kepala DP3A Kabupaten Tangerang Asep Jatnika (kanan) membuka Bimbingan Tekni (Bimtek) advokasi pencegahan kekerasan terhadap anak di SMP se-Kabupaten Tangerang di Hotel Grand Soll Marina, Kota Tangerang, beberapa waktu lalu.

TIGARAKSA – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Tangerang terapkan tiga strategi khusus guna meningkatkan pelayanan pencegahan dan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Mulai dari layanan berbasis digital hingga pendirian Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

Kepala DP3A Kabupaten Tangerang Asep Jatnika mengatakan, strategi pelayanan pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak guna membongkar yang dikhwatirkan menjadi fenomena gunung es. Sehingga, memudahkan dan mempercepat Pemerintah Daerah dalam melakukan penanganan dan pencegahan kasus.

Ia menuturkan, ada tiga program yang akan diluncurkan guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Yakni, aplikasi Sistem Informasi Sayang Barudak (Si Sabar), pendirian UPTD perlindungan perempuan dan anak serta membangun rumah singgah sayang barudak. Kata Asep, perencanaan ketiga program tersebut sudah matang dan tinggal implementasi.

Lanjutnya, aplikasi Si Sabar akan memudahkan masyarakat dalam melaporkan dan mempercepat penanganan kasus. Meski begitu, angka kasus kekerasan perempuan dan anak tiap tahun mengalami penurunan.

Data dari DP3A didapat angka kasus kekerasan perempuan dan anak mencapai pada 2018 mencapai 248 kasus. Kemudian, pada 2019 angka kasus kekerasan anak dan perempuan sebanyak 275 kasus. Angka tersebut mengalami penurunan yang cukup signifikan pada 2020 yang sebanyak 147 kasus. Hingga periode Mei 2021, dinas sudah menerima laporan kekerasan perempuan dan anak sebanyak 40 kasus.

“Untuk aplikasi Si Sabar akan diluncurkan tahun ini. Di mana laporan yang masuk melalui sistem Si Sabar akan terintegrasi dengan layanan 112 dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). Untuk sekarang, warga yang melaporkan kasus kekerasan perempuan dan anak menghubungi nomor 112 dahulu, baru diteruskan kepada kami, selanjutnya kedepan Aplikasi SiSabar akan d kembangkan terakses melalui Goehle Play Store” paparnya kepada Tangerang Ekspres saat diwawancarai, Jumat (4/6).

Selain dari aplikasi Si Sabar, kata Asep, pemerintah akan membentuk UPTD Perlindungan Perrmpuan dan Anak yang akan direalisasikan pada tahun ini. Tujuannya, guna mempercepat proses penanganan kasus dan pencegahan kekerasan perempuann dan anak . Sehingga, ruang gerak penanganan dan pencegahan kasus kekerasan menjadi luas dan mudah.

Lanjut Asep, pemerintah daerah akan membangun rumah singgah sayang barudak guna mempercepat pemulihan korban kekerasan. Di mana, korban tinggal sementara di rumah singgah untukndilakukan Trauma Healing sampai dengan dinyatakan pulih oleh psikolog klunis dan tenaga ahli. Proses pembangunannya akan dimulai pada 2022.

“Strategi yang kami canangkan sebagai realisasi atas program unggulan Bupati Tangerang dalam menjadikan Kabupaten Tangerang Sayang Barudak sehingga akan mengangkat juga menjadi Kabupaten Layak Anak . Progam ini juga sejalan dengan apa yang ada dalam dokumen rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2019 hingga 2023,” pungkasnya. (sep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here