Home ADVERTORIAL Usaha Lurah Karang Anyar Majukan Lingkungan

Usaha Lurah Karang Anyar Majukan Lingkungan

0
SHARE
JADI TAMAN: Lahan tidur kini berubah menjadi taman wisata dengan berbagai tanaman di Kelurahan Karang Anyar, Neglarasi. FOTO: Randy Yastiawan/Tangerang Ekspres

Lurah Karang Anyar, Kecamatan Neglasari Andia, membuat gebrakan di lingkungan. Ia mengubah lahan tidur menjadi tempat wisata.

Laporan : Randy Yasetiawan

Ide itu saat ia melihat lahan kosong yang cukup luas. Tapi tidak dimanfaatkan oleh warga sekitar. Awalnya mengalami kesulitan untuk mengerakan warga. Tetapi dirinya mendapatkan kemudahan setelah dibantu Binamas dan Babinkamtibmas untuk bergerak mengubah lahan kosong menjadi lahan wisata dan edukasi yang saat ini sudah berjalan 50 persen.

Bersama tiga pilar, Lurah Karang Anyar terus membangun lahan yang ada di komplek Perumahan Angkasa Pura menjadi sebuah tempat wisata dan edukasi warga. Karena di lahan tersebut banyak tempat untuk memberikan edukasi, salah satunya pembibitan ikan nila dan menanam padi.

“Awalnya memang sulit, karena warga masih kurang berminat. Tetapi setelah adanya rumah pohon dan tempat pembibitan ikan, warga berdatangan untuk membantu secara materi ataupun tenaga untuk mewujudkan kampung wisata dan edukasi,”ujarnya saat ditemui Tangerang Ekspres di lokasi, Sabtu (5/6).

Andia menambahkan, saat ini lahan yang ada sedikit demi sedikit mulai dibangun. Bahkan, warga sekitar sudah banyak yang memberikan ide untuk bisa terwujudnya kampung wisata dan edukasi.

“Saat ini baru kita kasih nama KWT Bambu, rencananya akan ada nama lain dan warga yang akan menentukan. Saya selaku lurah sangat terimakasih kepada warga, karena semangat membangun wilayahnya,”paparnya.

Ia menjelaskan, tidak hanya itu perusahaan yang ada di sekitar perumahan seperti Air Nav dan juga yang lainnya membantu untuk bisa mewujudkan kampung wisata dan edukasi ini.

“Kita sangat terbantu, kita mencoba mengubah pandangan masyarakat untuk meminta-minta membangun ini. Semuanya dikerjakan bersama-sama, agar kedepannya masyarakat bisa merasakan hasil yang mereka buat. Bisa saja Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang membangun, tetapi saya ajak masyarakat terlebih dahulu untuk membangunnya,”ungkapnya.

Andia menuturkan, tidak hanya di komplek perumahan Angkasa Pura saja, di Jalan Irigasi ada juga kampung Golun yang memanfaatkan kali irigasi untuk budidaya ikan nila dan ikan emas. Di sana, ada 26 warung ikan yang dikembangkan masyarakat sekitar.

“Kalau kata orangtua dulu, kampung Golun artinya Golongan Hutan. Karena sebelum adanya rumah, di sana adalah hutan dan rawa makanya disebut Golun. Tetapi saat ini, masyarakat memanfaatkan kali Irigasi untuk budidaya nikan nila dan ikan emas untuk bisa di jual masyarakat yang hasilnya bisa dimanfaatkan masyarakat,”katanya.

Andia mengatatakan, kali irigasi juga dulunya kumuh. Tetapi semangat warga dan RT setempat membuat kali irigasi menjadi rapi dan bersih karena sudah banyak masyarakat yang sadar untuk tidak membuang sampah ke kali.

“Pada saat saya tinjau awal-awal banyak sampah di situ, saya ajak berembuk dan kerjabakti akhirnya sampah sudah mulai hilang. Saya juga ajak pihak Air Nav untuk membantu warga dengan memberikan waring ikan untuk melakukan pembibitan,”tutupnya (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here