Home TANGERANG HUB Dindik Kabupaten Tangerang, Tahap Awal Kapasitas Ruang Kelas 30 Persen

Dindik Kabupaten Tangerang, Tahap Awal Kapasitas Ruang Kelas 30 Persen

0
SHARE
Ribuan guru di Kabupaten Tangerang sudah mendapatkan suntikan vaksin sebagai persiapan pembelajaran tatap muka, beberapa waktu lalu.

TIGARAKSA-Pembelajaran tatap muka (PTM) di tingkat SD hingga SMP di Kabupaten Tangerang rencananya mengikuti arahan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud). Yakni pada Juli nanti. Hanya saja, murid yang hadir maksimal 30 persen dari kapasitas ruang kelas.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Tangerang Syaifulloh mengatakan, pembelajaran tatap muka di sekolah bakal digelar tahun ini mengikuti aturan dari Kemendikbud. Ia telah menyiapkan sarana dan prasana prokes di sekolah.
Anggaran digunakan sekolah untuk mengadakan barang kebutuhan pokok prokes.

“Kita telah mempersiapkan semua terkait protokol kesehatan, seperti pembelian masker, hand sanitizer, disinfektan, thermogun dan sabun cuci tangan. Semua itu, anggarannya dari Pemerintahan Kabupaten Tangerang melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Sudah kami persiapkan dari jauh-jauh hari,” paparnya kepada Tangerang Ekspres ketika dimintai keterangan, Senin (7/6).

Ia menegaskan, tingginya tingkat kasus harian terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Tangerang membuat belum diizinkan proses pembelajaran langsung di sekolah pada tahun ajaran 2020. Keputusan tersebut, kata Syaifulloh, mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan oleh Kemendikbud.

“Kita di tahun ini kembali menerapkan pola pembelajaran jarak jauh melalui daring. Tetapi kami juga sudah mencoba pembelajaran tatap muka terbatas. Tetapi tidak dengan pembelajaran yang normal. Saat ini kami coba tatap muka langsung dengan pola diterapkan saat ujian sekolah,” ujarnya.

Di mana, pelaksanaan ujian tatap muka di sekolah digelar setelah adanya koordinasi dengan satgas tingkat kecamatan. Guna mendapat arahan agar tidak menjadi sumber klaster baru, satgas kecamatan lebih mengetahui data penyebaran kasus Covid-19.

Syaifulloh memaparkan, Kabupaten Tangerang memiliki 30.000 tenaga pengajar dan sudah 12.000 orang mendapat suntikan vaksinasi Covid-19 tahap satu dan dua. Hal ini dilakukan untuk menekan peningkatan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Tangerang.

“Meskipun nanti saat sekolah tatap muka dilangsungkan, sekolah akan tetap melaksanakan protokol kesehatan secara ketat. Akan tetapi dengan vaksinasi peserta didik dan tenaga pendidik pasti lebih memperkecil risiko nantinya,” ucapnya.

Ia menjelaskan, pada pelaksanaan kegiatan belajar mengajar tatap muka sesuai dengan permendikbud. Di mana, maksimal kapasitas ruang kelas yang diisi murid sebanyak 50 persen untuk kegiatan belajar mengajar (KBM). “Kami lebih disiplin lagi dari aturan mendikbud yakni membatasi peserta didik hanya 30 persen kapasitas kelas. Bila aman dan lancar, tidak ada kendala atau kasus maka batas maksimal kita naikan lagi menjadi 50 persen. Apabila saat pelaksanaan 30 persen ternyata ada yang terkena kasus kita mengambil tindakan cut off (penutupan) jadi sekarang pola pembelajaran tatap muka ini disesuaikan dengan kondisi,” pungkasnya. (sep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here