Home TANGERANG HUB Sesuai Prediksi, Usai Lebaran Kasus Naik

Sesuai Prediksi, Usai Lebaran Kasus Naik

0
SHARE
Satu RW di Kelurahan Gandasari, Kecamatan Jatiuwung harus di-lockdown usai puluhan warganya terpapar Covid-19. Dinkes Kota Tangerang menduga kasus ini efek dari mudik lebaran.

KOTA TANGERANG-Lonjakan kasus Covid-19 di Kota Tangerang, mulai terjadi pasca mudik Lebaran. Sejumlah RW terpaksa di-lockdown setelah banyak warga terpapar virus Corona. Seperti yang terjadi di Kelurahan Gandsari, Kecamatan Jatiuwung. Satu RW dilakukan lockdown mikro karena puluhan warga terpapar Covid-19. Langkah lockdown mikro tersebut, sebagai pencegahan agar tidak menyebar luas.

Kepala Dinkes Kota Tangerang Liza Puspadewi mengatakan, kalau ada kenaikan kasus Covid-19 per harinya sampai 11 persen, harus melakukan lockdown mikro. “Kalau mau membandingkan, harus melihat kasus hariannya. Kasus harian ada kenaikan 6-11 persen, kasus tersebut terjadi pasca Idul Fitri dan mudik lebaran,”ujarnya saat ditemui Tangerang Ekspres di Dinkes kota Tangerang, Selasa (8/6).

Liza menambahkan, sepekan sebelum Lebaran, kasus Covid-19 di Kota Tangerang menyentuh angka terendah. Rata-rata dalam sehari, kasus positif Covid-19 hanya 17 orang. “Seminggu sebelum Lebaran dari data, lagi turun-turunnya. Sempat 17 kasus positif Covid-19 hari itu, tetapi dua minggu setelah Lebaran terjadi kenaikan kasus,”paparnya.

Ia menjelaskan, kenaikan kasus itu Dinas Kesehatan Kota Tangerang menduga akibat pergerakan orang yang sangat masif saat mudik Lebaran. Hal ini membuat satu RW harus dilakukan lockdown. Seperti diketahui RT 01 dan 03 RW 03, Kelurahan Gandasari, Kecamatan Jatiuwung warganya harus lockdown mikro.

“Total ada 47 warga yang divonis positif Covid-19 setelah dilakukan swab massal sejak Sabtu lalu. Awalnya 33 orang yang dinyatakan positif tetapi setelah dilakukan tracing kemarin ada penambahan,”ungkapnya. Liza menuturkan, bicara soal mudik saat itu pergerakan orang sangat masif. Mau bagaimana pun, kalau ada celah pasti keluar rumah. Kemungkinan ini karena mudik.  “Bila warga RT tersebut tidak menggunakan jalan pintas, pasti sudah disekat di beberapa posko untuk dilakukan swab antigen. Karena kita kan ada posko itu untuk mengantisipasi, pasti suruh antigen dan kalau positif pasti dikirim ke fasilitas karantina,”tutupnya. (ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here