Home TANGERANG HUB 3.600 Guru Belum Divaksinasi

3.600 Guru Belum Divaksinasi

0
SHARE
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel Taryono saat memberikan keterangan kepada awak media, beberapa waktu lalu.

CIPUTAT-Sebanyak 3.600 atau 25 persen dari 14.400 guru yang ada di Kota Tangsel belum divaksinasi Covid-19. Padahal, vaksinasi guru diperlukan untuk menghadapai pembelajaran tatap muka (PTM).

Kota Tangsel sendiri akan memulai PTM pada tahun ajaran baru pada 12 Juli 2021 mendatang. Namun, jumlah guru dan tenaga kependidikan yang belum divaksinasi Covid-19 menjelang PTM masih banyak.

Kepala Dindikbud Kota Tangsel Taryono mengatakan, sebanyak 75 persen guru sudah divaksinasi. “Perkiraan Juni ini akan selesai untuk 25 persen yang belum divaksinasi,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Rabu (9/6).

Taryono menambahkan, jumlah guru dan tenaga kependidikan di Kota Tangsel yang ditargetkan memperoleh vaksin Covid-19 ada 14.400 orang. Dengan demikian, ada sekitar 10.800 guru dan tenaga kependidikan yang sudah divaksinasi, sementara selebihnya, yakni 3.600 orang belum divaksiasi.

Belum tercapainya target vaksinasi bagi guru, menurut Taryono menjadi salah satu kesiapan yang belum matang dalam menyongsong PTM. “Kami optismistis pelaksanaan vaksinasi untuk guru dapat mencapai target dalam waktu dekat ini,” tambahnya.

Masih menurutnya, Dindikbud dan Dinas Kesehatan akan terus berkoordinasi untuk menyelesaikan target tersebut. Sehingga pelaksanaan PTM pada pertengahan Juli bisa benar-benar terealisasi dengan kesiapan yang matang, sehingga bisa berjalan sesuai rencana.

“Guri yang belum divaksinasi, silahkan vaksin di puskesmas terdekat karena, jika tidak vaksin berpengaruh dengan izin sekolah untuk PTM,” jelasnya.

Mantan Sekretaris Dishub Kota Tangsel ini mengungkapkan, ada tiga syarat terkait dengan dibukanya kembali PTM di sekolah. Pertama adalah guru dan tenaga kependidikan sudah divaksin, kelengkapan sarana dan prasarana untuk penerapan protokol kesehatan, serta izin dari orang tua siswa.

“Kesiapan ini akan kita evaluasi dan diverifikasi oleh tim, baik dari Dindikbud dan Dinkes, dan tentunya Satgas Covid-19. Kalau sudah dapat izin artinya sekolah bisa melakukan PTM,” tuturnya. (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here