Home TANGERANG HUB 80 Persen Guru Sudah Divaksin

80 Persen Guru Sudah Divaksin

0
SHARE
VAKSINASI: Sejumlah guru saat mengikuti vaksinasi serentak yang difasilitasi Pemkot Tangerang. Saat ini sudah 80 persen guru divaksin sebagai bagian dari kesiapan pembelajaran tatap muka di Kota Tangerang. FOTO: Humas Pemkot Tangerang

TANGERANG- Sebanyak 80 persen tenaga pendidik di Kota Tangerang sudah divaksin. Ini meyakinkan dan menunjang wacana pembelajaran tatap muka (PTM).

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Tangerang, Jamaludin mengatakan, 20 persen lagi tenaga pendidikan akan selesai divaksin pada Juni. Pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang guna melakukan pencegahan terjadinya penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah saat PTM digelar nantinya. “Vaksin baru selesai di angka 80 persen. Mudah-mudahan Juni ini selesai,” katanya.

Jamaludin berharap Dinkes untuk terus memberikan bantuan pemeriksaan swab antigen rutin bagi para guru untuk mencegah penularan wabah virus Corona.Sebab Dindik tidak memiliki anggaran untuk itu.

“Kita sih berharap ada bantuan dari Dinas Kesehatan untuk melakukan pemeriksaan rutin Covid-19 bagi guru. Sebab,Dindik tidak menganggarkan skrining test covid-19 untuk seluruh guru dan tenaga pendidik,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, Liza Puspadewi mengatakan, rencana pemerintah menggulirkan proses belajar mengajar tatap muka (PTM) diawal Tahun Ajaran 2021/2022 yang akan dilaksanakan mulai awal Juli 2021 mendatang hingga kini masih terus dikaji pemerintah. Lantaran kasus wabah virus Corona hingga saat ini hampir di seluruh wilayah Indonesia masih terus menunjukan angka peningkatan yang signifikan. Sementara Dinas Pendidikan khususnya di Kota Tangerang saat ini terus mempersiapkan segala prasarana dan sarana guna mempersiapkan proses tersebut.

Liza menjelaskan, guru dan tenaga pendidik harus tervaksinasi sebelum proses belajar mengajar secara langsung. Selain itu, yang harus dilakukan adalah tenaga pendidik atau guru memiliki pengetahuan yang cukup tentang bagaimana penyebaran Covid-19 terjadi dan bagaimana cara pencegahan penyebaran wabah virus itu sendiri.

Ia meminta tenaga pendidik harus jujur ketika mengalami gejala sakit dan sesegera mungkin memeriksakan dirinya ke puskesmas ataupun klinik dan tidak boleh mengajar. Jika ada yang terpapar di sekolah dan adanya kontak erat, maka segera datang ke Puskesmas untuk melakukan swab dan itu gratis.

“Kalau dirasa sakit atau ada yang terpapar segera datang ke puskesmas untuk swab. Itu gratis,” ujarnya.

Namun, jika dilakukan pemeriksaan secara rutin terhadap tenaga pendidik tapi yang bersangkutan tidak mematuhi protokol kesehatan itu akan sia-sia. Dia pun menyatakan bagi yang sudah melakukan vaksinasi pun tidak ada jaminan terbebas dari virus Corona.

“Tidak jaminan hari ini di swab tapi sejam kemudian atau sehari kemudian tidak terpapar. Yang harus kita kuatkan adalah protokoler kesehatannya,” tegasnya.

Ia juga berharap adanya pemberian vaksin yang menyasar kepada masyarakat dalam usia produktif seperti siswa sekolah. Namun pihaknya terbentur dengan adanya aturan WHO. Saat ini pemberian vaksin tersebut masih terus dilakukan kajian apakah Vaksin tersebut bisa untuk ketegori usia siswa sekolah atau tidak.

“Kita juga maunya adanya pemberian vaksin bagi siswa sekolah. Tapi kan terkendala juknis Kemenkes dan WHO. Saat ini belum ada hasil uji bagi anak usia dibawah18 tahun,”

Ia menambahkan, yang bisa dilakukan untuk siswa adalah dilakukan adalah pemberian pengetahuan dan informasi yang jelas tentang bagaimana kita menerapkan protokoler kesehatan,” tandasnya.(raf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here