Home TANGERANG HUB Dampak Pandemi, 1.945 Calhaj Batal Berangkat

Dampak Pandemi, 1.945 Calhaj Batal Berangkat

0
SHARE
Kepala Kemenag Kabupaten Tangerang Dedi Mahfudin memberikan penjelasan tentang penundaan keberangkatan calon jemaah haji asal Kabupaten Tangerang kepada awak media, Rabu (9/6).

TIGARAKSA — Pemerintah Kerjaan Arab Saudi untuk kedua kalinya belum mau membuka keran keberangkatan bagi jemaah haji asal Indonesia. Kebijakan tersebut direspon pemerintah Indonesia dengan menerbitkan Keputusan Menteri Agama Nomor 660/2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Haji dan Penyelanggaran Ibadah Haji Tahun 1442 H/2021 M. Alasannya, sampai saat ini Pemerintah Kerjaan Arab Saudi belum mengundang pemerintah Indonesia untuk membahas dan menandatangani Nota Kesepahaman tentang persiapan penyelenggaran ibadah haji. Hal ini juga berimbas bagi warga Kabupaten Tangerang yang akan berangkat haji. Jumlahnya mencapai ribuan orang yang batal dipanggil masyarakat dengan sebutan “Pak Haji” atau “Ibu Haji”.

Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Tangerang Dedi Mahfudin mengatakan, kegagalan keberangkatan ibadah haji pada tahun ini disebabkan masih dalam pandemi Covid-19. Sehingga, pemerintah Kerjaan Arab Saudi masih belum memberikan izin penyelenggaraan ibadah haji bagi warga dari negara lain.

Ia menyebutkan, dalam keputusan dari Menteri Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) Nomor 660 Tahun 2021 tentang pembatalan pemberangkatan jamaah haji disebutkan salah satu poin pertimbangan yakni faktor kesehatan, keselamatan serta keamanan Jemaah haji terancam oleh pandemi Covid-19. Terlebih saat ini muncul varian baru Covid-19 hampir di seluruh dunia. Menurutnya, pemerintah bertanggung jawab untuk menjaga dan melindungi Warga Negara Indonesia baik di dalam maupun luar negeri melalui upaya penanggulangan pandemi Covid-19, termasuk bagi jemaah haji.

“Untuk total semua jamaah haji yang ditunda pemberangkatan tahun ini itu ada 1.945 orang, dari semua persiapan sudah ditempuh termasuk biaya pelunasan haji. Namun, karena adanya inforasi Kemenag pusat Nomor 660 jadi keberangkatan yang sudah dipersiapkan ditunda sampai ada informasi selanjutnya dari pemerintah pusat maupun pemerintah Arab Saudi tentang haji,” paparnya kepada wartawan, Rabu (9/6).

Ia mengatakan para jamaah calon haji tersebut sebelumnya juga sudah menguruskan semua persyaratan dan persiapan ibadah termasuk pelunasan biaya haji. Namun, karena ada beberapa pertimbangan untuk menyangkut kesehatan dan keselamatan dari penyebaran Covid-19 kepada calon haji, maka pemerintah mengambil langkah dengan penundaan pemberangkatan.

“Belum lagi dari golongan lansia yang sudah daftar sebanyak 46 orang dengan sudah melunasi administrasi. Jadi semua itu akhirnya dengan regulasi yang ada berdasarkan PMA 660 dengan sangat terpaksa kita harus membatalkan pemberangkatan haji tahun ini,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, meski jamaah calon haji pada tahun 2021 pemberangkatanya ditunda. Namun, sampai saat ini untuk penarikan kembali uang pendaftaranya belum ada. Dan jika pun ada itu hanya bagi jamaah calon haji yang belum melunasi semua registrasinya.

“Sebetulnya itu mereka yang daftar berangkat haji ini sudah menunggu lama sekitar 10 tahunan. Tetapi mereka dengan adanya pembatalan kembali menerimanya dengan lapang dada, semuanya memahami dengan kondisi ini,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, terkait adanya informasi di media sosial (medsos) tentang 11 negara yang diberi akses untuk masuk wilayah Arab Saudi oleh pemerintah setempat tersebut, kata dia, itu hanya bagi negara-negara yang masuk di luar kewilayahan tanah suci Makkah.

“Itu bukan begitu sebenarnya, Pemerintah Arab Saudi sendiri belum membuka pintu bagi negara-negara manapun. Adapun dalam 11 negara yang boleh masuk itu hanya cuma bisa masuk ke Bandara saja dan itu juga hanya untuk menurunkan pesawat reguler atau di luar wilayah Makkah,” kata dia. (sep/din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here