Home TANGERANG HUB Tempat Isolasi Tak Mampu Menampung

Tempat Isolasi Tak Mampu Menampung

0
SHARE

CIPUTAT-Angka penularan Covid-19 di Kota Tangsel mencapai 5,4 persen. Penambahan kasus baru per 14 Juni yang terkonfirmasi positif 44 orang, yang sebelumnya 79 orang. Lonjakan tersebut terutama berasal dari klaster keluarga dan perkantoran. Hal itu diprediksi akibat mudik libur Lebaran lalu.

Hal ini berdampak pada pasien yang dirawat di Rumah Lawan Covid-19 (RLC) meningkat 700 persen. Sehingga, pengelola menerapkan sistem daftar tunggu sejak masa liburan pasca Lebaran lalu.

Koordinator RLC Kota Tangsel Suhara Manullang mengatakan, saat ini jumlah pasien yang dirawat masih mengalami pelonjakan yang luar biasa dan kini telah mencapai 700 persen.

“Terjadi lonjakan yang luar biasa, jika dibandingkan saat lebaran. RLC sebelum hari raya itu maksimal 30 orang yang dirawat tapi, saat ini sudah diangka 200-an, bahkan sampai 250. Jadi kalau dipersentasekan itu sekitar 700 persen,” ujarnya.

Suhara menjelaskan, peningkatan jumlah pasien tersebut, berimbas pada ketersediaan tempat tidur yang tercatat mencapai 300 tempat tidur, baik zona satu ataupun zona dua.
Namun, ratusan tempat tidur tersebut tidak dapat digunakan seluruhnya, mengingat adanya sejumlah kamar di zona satu, yang harus diperbaiki.

Sementara untuk hunian okupansi kamar ini memang dari 300 tempat tidur. Yang bisa digunakan 80 persen karena memang namanya dipakai bersama pasti ada rusaknya, dan sebagainya.

“Kami juga dalam menerima pasien pasti sarana itu harus layak dipakai. Kita juga terus memperbaiki. Sehingga sisanya bisa dioperasionalkan,” jelasnya.

Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, saat ini keterisian tempat tidur (BOR) 68 persen untuk tempat tidur ICU dan 67 persen untuk tempat tidur isolasi. “Saya sudah wanti-wanti dinkes agar 22 rumah sakit yang menjadi rujukan, agar tempat tidur isolasi ditambah 10-20 persen. Lonjakan ini diprediksi sampai akhir Juni,” ujarnya kepada wartawan.

Pak Ben (panggilan Benyamin Davnie) menambahkan, penggunaan anggaran untuk operasional rumah sakit khusus Covid-19, RSU Serpong sudah alokasikan. Dari biaya tidak terduga (BTT) tidak bisa terlalu banyak diharapkan karena, digunakan juga untuk yang lain.

“Kita akan usahakan juga dari bantuan provinsi untuk operasional RSU Serpong,” tuturnya.

Sejak Senin (14/6) semua kabupaten/kota di Banten masuk zona oranye penyebaran Covid-19. Untuk itu Pak Ben minta kepada masyarakat meskipun sudah divaksinasi agar tetap jalankan prokes, apalagi bagi yang belum divaksin.

“Resepsi pernikahan ditahan dulu, paling tidak yang diundang maksimal 30 persen dari rencana yang diundang,” ungkapnya.(bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here