Home TANGERANG HUB Kasus Covid Terus Naik, Tak Paksakan PTM

Kasus Covid Terus Naik, Tak Paksakan PTM

0
SHARE

SERPONG-Pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Tangsel pada pertengahan Juli, sulit terwujud. Saat ini, kasus Covid sedang tinggi-tingginya dan diprediksi akan berlangsung hingga bulan depan.

Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, dengan naiknya angka Covid-19 saat ini maka akan PTM dievaluasi lagi.

“Tadinya akan dibuka pertengahan Juli. Tapi, kita tunda lagi karena kenaikan kasus Covid-19,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (17/6).

Walikota sudah menginstruksikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Taryono untuk melakukan evaluasi. Kemungkinan PTM belum bisa dilakukan pertengahan Juli mendatang.

Jika dipaksakan Juli, akan berisiko tinggi bagi siswa. “Mudah-mudahan akhir Juni atau awal Juli angka Covid-19 menurun, sehingga PTM bisa segera dilakukan,” jelasnya.

Sementara itu, Taryono mengaku saat ini sedang menyelesaikannya proses vaksinasi bagi guru dan tenaga kependidikan. Data Dindikbud menunjukkan ada lebih dari 14 ribu guru yang divaksin pada pelaksanaan vaksinasi tahap dua.

“Berdasarkan data pokok pendidikan (Dapodik) terakhir yang kami punya ada 14.214 guru yang terdaftar vaksinasi,” ujarnya.

Taryono menambahkan, lantaran angka kasus Covid-19 meningkat maka PTM yang rencananya dimulai pertengahan Juli mendatang dipastikan akan ditunda.
Nantinya dalam menyongsong pembelajaran tatap muka, pihaknya akan kembali menggelar simulasi ulang untuk semakin memantapkan kesiapan.

“Simulasi akan kita lakukan lagi kedepannya,” jelasnya.

Taryono menjelaskan, ada tiga syarat dibukanya kembali PTM di sekolah. Pertama adalah guru dan tenaga kependidikan sudah divaksin, kelengkapan sarana dan prasarana untuk penerapan protokol kesehatan, serta izin dari orang tua siswa.

“Kesiapan ini akan kita evaluasi dan diverifikasi oleh tim, baik dari dindikbud dan dinkes, dan tentunya Satgas Covid-19. Kalau sudah dapat izin artinya sekolah bisa melakukan PTM,” jelasnya.

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kabupaten Tangerang bakal tertunda kembali. Sebab, kasus harian terkonfirmasi Covid-19 kembali melonjak. Hal ini bisa dilihat dari tingkat keterisian rumah sakit, atau bed occupancy ratio (BOR) di beberapa rumah sakit maupun di Hotel Singgah Yasmin menyentuh angka di atas 90 persen.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Syaifullah mengatakan, pembukaan PTM masih menunggu arahan lanjutan dari Kemendikbud dan Provinsi Banten. Mengingat kasus harian konfirmasi Covid-19 melonjak dan tersebar merata di semua kecamatan.

“Kami akan ikuti arahan dan kebijakan pemerintah provini Banten maupun dari Satgas Penanganan Covid-19 Pemkab Tangerang terkait belajar di sekolah. Meski sekolah secara infrastruktur maupun sarana dan prasarana sudah siap. Akan tetapi izin pembukaan kembali belajar di sekolah ada di Satgas Covid-19,” katanya kepada Tangerang Ekspres, Kamis (17/6).

Lanjut Syaifullah, proses persiapan penyelengaraan sekolah tatap muka telah di siapkan.

“Kita telah mempersiapkan semua terkait protokol kesehatan, seperti pembelian masker, hand sanitizer, disinfektan, thermogun dan sabun cuci tangan, semua itu anggaran dari Pemkab Tangerang melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), semua itu sudah kami persiapkan dari jauh-jauh hari,” ungkapnya.

Namun, karena adanya penyebaran virus Covid-19 yang semakin mengganas, sekolah di Kabupaten Tangerang belum mengizinkan untuk tatap muka.

“Kita di tahun ini kembali menerapkan pola pembelajaran jarak jauh melalui daring, tetapi kami juga sudah mencoba pembelajaran tatap muka terbatas (PTM) tetapi tidak dengan pembelajaran yang normal, saat ini kami coba tatap muka pada saat ujian sekolah,” ujarnya
.
Dari pihak sekolah yang sudah siap untuk menerapkan ujian tatap muka harus melakukan koordinasi terlebih dahulu melalui tim Satuan Gugus Tugas (Satgas) kecamatan. Perlu diketahui, Kabupaten Tangerang memiliki 30.000 tenaga pendidik, kurang lebih sudah 12.000 tenaga pendidik yang telah melaksanakan vaksinasi Covid-19 tahap satu dan dua.

“Meskipun nanti saat sekolah tatap muka dilangsungkan, sekolah akan tetap melaksanakan protokol kesehatan secara ketat. Akan tetapi dengan vaksinasi peserta didik dan tenaga pendidik pasti lebih memperkecil risiko nantinya,” ucapnya.

Pemprov Banten belum memberikan sinyal, dimulainya pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Ristek (Kemenristek) sudah mengizikan PTM dimulai Julia mendatang. Namun, semua disesuaikan dengan kondisi kasus Covid-19 di daerah masing-masing. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten Tabrani mengatakan berdasarkan hasil koordinasi sementara dengan dengan Satgas Covid-19, ada peningkatan kasus Covid-19 di Banten.

Kondisi terkini kasus Covid-19 akan menjadi pertimbangan Tabrani untuk memutuskan PTM. “Mudah-mudahan kasus Covid-19 akan turun di bulan Juli mendatang, sehingga kegiatan belajar mengajar tatap muka bisa dilaksanakan,” katanya, kemarin. Kendati demikian, lanjutnya, sepanjang kasus Covid-19 masih rawan dan membahayakan keselamatan warga, akan menjadi pertimbangannya untuk memberlakukan kegiatan belajar mengajar tatap muka. “Bagi saya keselamatan adalah segala-galanya. Saya pun memiliki pertimbangan, bahwa anak jangan sampai tidak merasakan pendidikan. Namun wajar jika saya tetap memiliki rasa khawatir terhadap Covid-19,” katanya. (bud/sep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here