Home TANGERANG HUB Kejari Telusuri Aliran Uang, Pengurus Harian KONI Tangsel Diperiksa

Kejari Telusuri Aliran Uang, Pengurus Harian KONI Tangsel Diperiksa

0
SHARE

SERPONG-Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangsel terus menyelidiki aliran uang dari kasus dugaan korupsi dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tangsel tahun 2019 sebesar Rp 7,8 miliar.

Setelah menetapkan Ketua KONI Tangsel Rita Juwita dan Bendahara Umum Suharyo, penyidik mendalami aliran uang Rp 1,12 miliar tersebut.

Hasil audit dari total dana hibah Rp 7,8 miliar, didistribusikan ke semua pengurus cabang olahraga (cabor) dan digunakan untuk kegiatan dan operasional pengurus KONI Kota Tangerang. Penyidik menemukan, ada laporan kegiatan pengurus melakukan kunjungan kerja ke luar daerah. Akan tertapi, kunjungan ke luar daerah itu fiktif. Dari kegiatan fiktif inilah, Rp 1,12 miliar keluar dari kas KONI. Mengalir ke mana uang itu? Apakah hanya dinikmati oleh Rita dan Suharyo?

Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kota Tangsel Ate Quesyini Ilyas mengatakan, pihaknya masih menyelidiki aliran uang dari dana hibah KONI tersebut.

“Tersangka belum menyampaikan hal itu. Peranan dispora sebagai verifikator usulan dan hibah,” ujarnya kepada wartawan seusai pemusnahan barang bukti di halaman Kejari, Kamis (17/6).

Ate menambahkan, penetapan tersangka tentu didasari oleh alat bukti permulaan yang cukup. Siapapun jika ada bukti permulaan yang cukup harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Karena yang tahu dananya mengalir kemana kan pelaku. Aliran dana kemana saja, dan untuk siapa saja yang tahu cuma pelaku,” jelasnya.

Masih menurutnya, hari ini (kemarin) Badan Pengurus Harian (BPH) KONI Tangsel juga dipanggil. Pemanggilan dilakukan terkait perkembangan penyidikan, setelah ditetapkan dua tersangka sebelumnya.

“Hari ini (kemarin) lima sampai 10 orang dari BPH kita periksa,” tambahnya.

Ate memastikan, penyidikan lanjutan dilakukan secara maraton. “Sekitar 80 orang terdiri dari pengurus cabang olahraga termasuk BPH telah diperiksa,” ungkapnya.

Sementara itu, Kajari Kota Tangsel Aliansyah mengatakan, penyidik masih menyelesaikan pemberkasan terhadap dua tersangka yang sudah ditetapkan. “Sepanjang alat bukti terpenuhi tetap akan tindaklanjuti,” ujarnya.

Aliansyah mengaku, tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan tersangka baru. “Kami penyidik ini tentu pegangannya adalah pada alat bukti. Terpenuhi alat bukti, siapa yang terlibat ya kita tindaklanjuti,” tambahnya.

Menurutnya, penelusuran aliran dana belum diketahui dan penyidik masih bekerja. Aliansyah mengatakan berharap menemukan fakta tersebut. “Penyidikan masih terus berlangsung,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, dengan kasus tersebut kursi Ketua KONI kosong. “Untuk Ketua KONI saya serahkan ke KONI Banten untuk kelanjutannya,” ujarnya.

Pak Ben (panggilan Benyamin Davnie) menegaskan, pemkot akan mengikuti regulasi dan peraturan yang dilakukan KONI Banten. “Pemkot belum mengajukan usulan nama untuk menduduki Ketua KONI Tangsel,” tambahnya.

Sebelumnya, Bendahara Umum KONI Kota Tangsel Suharyo dan Ketua KONI Kota Tangsel Rita Juwita telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejari Tangsel.

Modus yang dilakukan Rita dan Suharyo sama yakni, memanipulasi laporan pertanggungjawaban dana hibah KONI 2019. Akibat perbutaannya itu, negara dirugikan Rp 1,12 miliar lebih.

Dalam kasus tersebut, tersangka terancam hukuman maksimal 4 tahun penjara. (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here