Home TANGERANG HUB Sekolah Jadi Rumah Isolasi

Sekolah Jadi Rumah Isolasi

0
SHARE

TANGERANG – Pemerintah Kota Tangerang ekstra kerja keras menangani Covid-19. Mengingat lonjakan kasus terus terjadi. Sejumlah rumah isolasi yang disiapkan sudah terisi penuh begitu juga dengan rumah sakit.

Untuk menampung pasien penderita Covid, Pemkot Tangerang akan menjadikan sekolah sebagai rumah isolasi terkonsentrasi (RIT). SMPN 30 yang jadi pilihan karena berdekatan dengan Puskesmas Jurumudi Baru yang lebih awal dijadikan tempat isolasi.

“Saat ini kami mulai menyiapkan sarprasnya, mulai dari ruangan, tempat tidur, sirkulasi udaranya dan yang lainnya agar bisa segera dioperasionalkan,” ungkap Walikota Tangerang Arief R Wismansyah, Minggu (20/6).

Arief menyampaikan, Pemkot Tangerang perlu mempersiapkan penambahan ruang isolasi. Lantaran penderita Covid-19 di Kota Tangerang terus bertambah. Dampaknya, rumah sakit dan tempat isolasi yang ada sudah tidak dapat lagi menampung pasien.

Salah satu cara untuk menangani kondisi ini, kata Arief,
harus ada penambahan ruang untuk menampung dan merawat pasien yang terkonfimasi positif.

“Di RIT yang kami siapkan khusus pasien yang tidak bergejala dan bergejala tingkat ringan, saat ini sudah mulai penuh. Jadi, kami upayakan agar masyarakat yang terpapar bisa kami rawat di sini,” jelasnya.

Ruang isolasi tambahan ini direncanakan memiliki kapasitas sementara 150 bed dengan masing-masing ruangan paling banyak 8 bed .

“Ruangannya yang kami siapkan 19 ruangan, mudah – mudahan bisa membantu pasien yang masih belum mendapatkan tempat isolasi,” ujarnya.

Begitu juga dengan RSUD Kota Tangerang yang harus menambah 30 tempat tidur untuk menampung pasien Covid yang terus berdatangan.

“Kita tambah 30 tempat tidur khusus pasien Covid-19, kami maksimalkan tempat tidurnya dalam tiap ruangan, yang terpenting mereka mendapat perawatan,” jelas Arief.

Saat ini, kata dia, keterisian BOR ICU di RSUD Kota Tangerang sudah 100 persen terisi dan untuk BOR perawatan sudah mencapai 93 persen. Sedangkan untuk BOR pada RIT sudah mencapai 93,71 persen.

“Saya harap masyarakat bisa waspada terhadap penyebaran virus Covid-19 karena ketersediaan tempat tidur di fasilitas kesehatan sudah menipis,” terang Arief.

Saat ini RSUD Kota Tangerang ditetapkan sebagai rumah sakit khusus Covid-19. Hal ini dilakukan agar masyarakat yang terpapar Covid-19 dengan bergejala bisa dirawat.

“Sementara RSUD Kota Tangerang kita jadikan rumah sakit khusus covid-19, karena kasus di Kota Tangerang sedang meningkat,” ungkap Arief.

Arief berharap, dengan kondisi masih di tengah pandemi Covid-19 ini, masyarakat lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan untuk keselamatan diri, keluarga dan sesama.

“Saya harap masyarakat jangan lalai terhadap protokol kesehatan, jika tidak maka keselamatan orang – orang terdekat yang akan terancam karena kelalaian kita terhadap protokol kesehatan,” pungkas Arief.

Sementara itu, petugas yang melakukan pemeriksaan di zona merah mendapati puluhan warga yang terpapar Covid. Diantaranya Kelurahan Gerendeng, Kecamatan Karawaci. Pemeriksaan dini dan pelacakan di lingkungan kelurahan ini menggunakan metode swab antigen sebanyak 55 warga dari empat RW di Kelurahan Gerendeng.

“Pemeriksaan dilakukan kepada warga yang melakukan kontak erat dengan pasien Covid-19,” ungkap Camat Karawaci, Wawan Fauzi, Sabtu (19/6).

Wawan menjelaskan, dari hasil pemeriksaan acak sebanyak 20 warga terdeteksi positif Covid-19 atau 50 persen dari jumlah testing. Hal ini sudah ditindaklanjuti Dinas Kesehatan untuk menjalani perawatan di RIT Puskesmas Pabuaran Tumpeng dan isolasi mandiri di rumah masing – masing.

“Untuk yang isolasi mandiri akan mendapat pengawasan dari petugas Puskesmas dan Kelurahan Gerendeng,” jelasnya. (abd/rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here