Home TANGERANG HUB #LihatDenganJernih Sprite, Serahkan Kacamata Berbahan Botol Plastik

#LihatDenganJernih Sprite, Serahkan Kacamata Berbahan Botol Plastik

0
SHARE
Tim dari #LihatDenganJernih Sprite memberikan pelayanan pemeriksaan mata secara gratis kepada sejumlah warga di wilayah Serang, beberapa waktu lalu. FOTO: Coca Cola Indonesia

JAKARTA–Coca-Cola Indonesia bersama dengan brand Sprite melalui Project #LihatDenganJernih telah menyerahkan bantuan kacamata berbahan dasar daur ulang kepada Yayasan Sejuta Kacamata Untuk Indonesia. Sebuah gerakan sosial pemeriksaan kesehatan mata dan menyediakan kacamata gratis bagi masyarakat pra sejahtera.

Sebanyak total 500 buah bantuan kacamata berbahan daur ulang plastik tersebut telah didistribusikan kepada ratusan masyarakat yang membutuhkan di wilayah Serang, Banten pada awal bulan Juni dan akan menyusul selanjutnya pembagian kacamata di Denpasar, Bali.

Project #LihatDenganJernih diinisiasi oleh Sprite dan bekerjasama dengan Waste4Change, PlusTik dan Yayasan Sejuta Kacamata Untuk Indonesia. Project #LihatDenganJernih diluncurkan pada bulan Februari 2021, bersamaan dengan peluncuran kemasan baru Sprite yang telah mengubah desain kemasan ikonik botol berwarna hijaunya menjadi botol PET jernih agar lebih mudah untuk didaur ulang. Inisiatif ini merupakan langkah konkret Sprite dalam mewujudkan visi World Without Waste di Indonesia.

Fitriana Adhisti, Senior Brand Manager PT Coca-Cola Indonesia, menyampaikan “Kami sangat mengapresiasi dukungan serta kolaborasi dari Waste4Change sebagai mitra pengumpul sampah, PlusTik sebagai mitra daur ulang sampah serta Yayasan Sejuta Kacamata Untuk Indonesia dalam menyukseskan Project #LihatDenganJernih sehingga dapat memberikan manfaat bagi mereka yang memiliki kekurangan dalam hal penglihatan,” katanya.

Project #LihatDenganJernih dimulai pada bulan Maret 2021 dengan proses  pengumpulan sampah botol plastik bekas oleh para konsumen melalui mitra bank sampah yang bekerjasama dengan Waste4Change. Botol plastik bekas pakai yang telah terkumpul kemudian dikelola dan didaur ulang bersama plastik pasca konsumsi lainnya oleh PlusTik menjadi Eco Plank yang dapat dimanfaatkan untuk membuat berbagai benda baru, yang pada kesempatan kali ini dibuat menjadi kacamata.

“Produk kacamata berbahan dasar daur ulang dari Project #LihatDenganJernih ini telah melalui berbagai rangkaian uji lab untuk memastikan tidak ada bahan berbahaya yang tersisa dari proses daur ulang sehingga dipastikan aman untuk digunakan,” imbuhnya.

Gerakan kolektif ini menyasar masyarakat yang membutuhkan kacamata, namun memiliki keterbatasan finansial untuk mendapatkannya. Menurutnya, banyak dari mereka sebenarnya membutuhkan kacamata dan lensa dengan ukuran yang tepat tapi untuk membeli satu buah kacamata di masa pandemi seperti saat ini merupakan sesuatu yang belum terjangkau, karena membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

“Melalui bantuan dari Sprite, harapannya dapat membantu mereka agar dapat melihat lebih jernih untuk beraktivitas dengan normal di keseharian mereka.

Heribertus Denny, Founder Yayasan Sejuta Kacamata Untuk Indonesia, mengungkapkan. Kami sangat bangga dapat menjadi bagian dari Project #LihatDenganJernih yang tak hanya semata ingin membantu masyarakat yang membutuhkan tetapi juga menyisipkan pesan penting kepada masyarakat yaitu untuk mengajak mereka turut melihat dengan jernih bahwa mengelola sampah dapat membantu proses daur ulang di mana akhirnya dapat membantu mengatasi permasalahan sampah plastik di Indonesia,” paparnya.

Atas dukungan dari Yayasan Sejuta Kacamata Untuk Indonesia, pada awal bulan Juni (05/06) telah diadakan proses pemeriksaan kesehatan mata secara gratis untuk para penerima manfaat di daerah Banten. Diadakan di tengah kondisi pandemi, Yayasan Sejuta Kacamata Untuk Indonesia memastikan bahwa setiap kegiatan pemeriksaan mata para penerima manfaat diadakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang berlaku.

“Dalam upaya penerapan protokol kesehatan yang maksimal, sesi pemeriksaan mata membatasi kehadiran peserta di setiap jamnya untuk menjamin masyarakat serta panitia dapat menjaga jarak selama di lokasi,” tutupnya. (ril/esa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here