Home TANGERANG HUB Pandemi, Alasan Rendahnya Capaian Retribusi 2020

Pandemi, Alasan Rendahnya Capaian Retribusi 2020

0
SHARE

SETU–Walikota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie paparkan jawaban pandangan umum terhadap rancangan peraturan daerah tentang Pertanggung jawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2020. Penyampaian itu disampaikan di Gedung DPRD Kota Tangerang Selatan, Senin (21/06).

Benyamin menjelaskan, realisasi pendapatan daerah yang akan terus dioptimalkan secara maksimal dengan melakukan program dan kebijakan penggalian potensi PAD.

”Namun kondisi pandemi Covid-19 saat ini mempengaruhi perekonomian secara global termasuk perekonomian Kota Tangerang Selatan,” kata dia.

Benyamin menambahkan, jika ke depannya Pemerintah Kota Tangerang Selatan akan terus menggali potensi-potensi PAD yang ada dan meningkatkan sosialisasi maupun penyuluhan dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap kewajiban membayar pajak daerah.

Benyamin melanjutkan, terkait rendahnya capaian retribusi daerah, kendala dan solusinya serta penggunaan aplikasi TangselPay untuk mendongkrak retribusi dapat disampaikan bahwa rendahnya capaian retribusi daerah disebabkan oleh tidak terpenuhinya target retribusi atas IMB. Menurutnya, hal ini disebabkan kondisi ekonomi di sektor property belum membaik.

”Yang menyebabkan banyak pengembang menunda atau menjadwal ulang rencana permohonan pembangunan proyek-proyek apartemen dan komersil, selain itu akibat pandemi Covid-19 terdapat program kegiatan yang menunjang pencapaian realisasi PAD tidak dapat dilaksanakan secara maksimal,” katanya kemudian menambahkan terkait aplikasi TangselPay dibuat untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan transaksi pembayaran, saat ini masih dalam tahap pengembangan dan baru diterapkan pada retribusi pedagang pasar.

Terkait pelayanan di bidang kesehatan yang pada tahun 2020 terdapat sekitar 358 ribu atau 75% warga miskin Tangerang Selatan yang dihapus kepesertaannya dari Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS yang dibiayai oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan, hal ini dapat dijelaskan bahwa pada tahun 2019, Pemerintah Kota Tangerang Selatan melaksanakan program UHC.

Lslu di bidang pendidikan permasalahan daya tampung SMP Negeri dibandingkan dengan animo masyarakat yang tidak mencukupi dan merata serta penambahan pembangunan gedung atau kelas masih belum bisa mengatasi permasalahan tersebut dapat disampaikan bahwa data lulusan siswa SD dan MI adalah kurang lebih 24 ribu siswa, sedangkan daya tampung SMP Negeri kurang lebih 8 ribu siswa. Saat ini pemerintah optimistis dalam memberlakukan zonasi pada pelaksanaan PPDB.

Selain itu realisasi fisik pekerjaan pembangunan sekolah negeri telah mencapai 100%, namun realisasi keuangan untuk SD hanya mencapai 71% dan untuk SMP Negeri 36%. Hal ini disebabkan adanya sisa pembayaran kepada penyedia barang/jasa yang sampai dengan tanggal 31 Desember 2020 belum terbayar dan menjadi utang Pemerintah Kota Tangerang Selatan yang akan dibayarkan pada tahun anggaran 2021.

Terakhir di bidang ekonomi, Pemerintah akan memberikan fasilitas terhadap UMKM agar usahanya dapat bangkit kembali dan mampu menyerap tenaga kerja dalam kondisi pandemi Covid-19. Adapun fasilitasnya berupa kegiatan pendidikan dan pelatihan serta bantuan barang percontohan bagi para pelaku UKM, mengadakan promosi melalui bazar online, memfasilitasi standarisasi produk untuk meningkatkan daya jual dan akses fasilitasi permodalan serta Bantuan BPUM dari Pemerintah Pusat bagi para pelaku UKM yang bertujuan untuk membantu memulihkan perekonomian. (hms)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here