Home TANGERANG HUB 6 Pejabat Tangsel Diperiksa Kejari, Telusuri Aliran Dana Hibah Koni

6 Pejabat Tangsel Diperiksa Kejari, Telusuri Aliran Dana Hibah Koni

162
0
SHARE

TANGERANG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangsel terus menulusuri aliran dana hibah Koni Kota Tangsel tahun 2019. Sejumlah pejabat Pemkot Tangsel dipanggil Kejari untuk diperiksa dan dimintai keterangan, Selasa (22/6).

Diantaranya Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga  E. Wiwi Martawijaya, Sekretaris Disdukcapil Ucok AH Siagian sebelumnya Ketua Tim Evaluasi Usulan Hibah Dispora, Kepala Bidang Penegak Peraturan Perundang-Undangan Satpol PP Sapta Mulyana sebelumnya Sekretaris Tim Evaluasi Usulan Hibah, dan tiga anggota Tim Evaluasi Usulan Hibah Dispora Mei Haryono, Ulung Antasari serta Achmad Dahlan Tahapary.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kota Tangsel Ate Quesyini Ilyas mengatakan, pihaknya terus melengkapi berkas terhadap dua tersangka yang sudah ditetapkan. “Hari ini (kemarin) kita memanggil ASN yang tergabung dalam tim verifikasi Dispora Tangsel yang menangani dana Hibah Koni 2019,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres.

Ate menambahkan, pihaknya masih menyelidiki aliran dana dugaan kasus korupsi dana hibah KONI tersebut. “Tersangka belum menyampaikan siapa saja yang menerima aliran dana dugaan korupsi Koni tersebut. Peranan Dispora sebagai verifikator usulan dan hibah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dispora Kota Tangsel E. Wiwi Martawijaya saat keluar dari gedung Kejari Tangsel, langsung diburu para wartawan yang sudah menunggu untuk meminta keterangan terkait pemanggilannya oleh Jaksa. Saat dikonfirmasi wartawan, Wiwi justru enggan menanggapi pertanyaan yang dilontarkan awak media. “Males saya banyak yang goreng-goreng,” ujarnya.

Tak hanya itu, ia juga sempat menanyakan salah seorang wartawan dan kemudian hendak memukulnya. “Yang mana namanya si Yudi, panggil sekarang, ” ujarnya. Yudi yang ada di lokasi lansung menjawab. “Saya Pak,” jawab Yudi.

Wiwi spontan mengepalkan tangannya seperti hendak memukul ke arah Yudi. Mendapat perlakun tersebut Yudi yang juga wartawan online langsung menghardik. “Galak amat bapak,” kata Yudi. Tak terima dibilang galak oleh Yudi, lalu Wiwi membalasnya. “Emang galak,” cetus Wiwi.

Terkait hal tersebut, Kepala BKPP Kota Tangsel Apendi mengaku, akan memanggil Wiwi atas tindakannya kepada wartawan. “Saya akan panggil dan tegur, seharusnya tidak begitu,” ujarnya.

Apendi mengaku, wartawan adalah teman yang ahrus diberikan penjelasan dengan baik sesuai apa yang ditanyakan. “Wartawan kan, teman kita dan harus kita jelaskan dengan baik, apa masalahnya. Jelaskan saja apa yang diketahui,” jelasnya.

Menurutnya, pegawai memiliki kode etik dan perilaku dalam mengahadapi siatuasi apapun. “Mungkin dia buru-buru makanya tidak  bisa nahan emosi. Sebagai seorang pelayan masyarakat harus sabar menghadapi apapun terkait pelayanan masyarakat,” tuturnya.

Di tempat terpisah, Walikota Tangsel Benyamin Davnie enggan memberikan komentar. Menurut dia, keterangan tidak untuk diberikan kepada awak media yang merupakan bagian dari mitra kerja birokrasi. “Saya berharap terjalin komunikasi yang lancar antara media dengan pegawai pemkot,” singkatnya.

Diketahui, Bendahara Umum KONI Kota Tangsel Suharyo dan Ketua KONI Kota Tangsel Rita Juwita telah ditetapkan Kejari Tangsel sebagai tersangka dugaan korupsi dana hibah KONI tahun 2019.

Modus yang dilakukan Rita dan Suharyo memanipulasi laporan pertanggungjawaban dana hibah KONI tahun 2019. Perbutaannya mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 1,12 miliar lebih dan itu merupakan hasil perhitungan oleh Inspektorat Kota Tangsel.

Dalam kasus tersebut, tersangka diduga melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang Undang RI Nomor 31 tahun 1899 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang Undang RI Nomor 20 tahun 2004 tentang perubahan atas Undang Undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP.  (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here