Home TANGERANG HUB Jenazah Pasien Covid Melonjak, TPU Jombang Hampir Penuh

Jenazah Pasien Covid Melonjak, TPU Jombang Hampir Penuh

0
SHARE
Kondisi TPU Jombang yang hampir penuh karena jenazah pasien Covid-19 yang membludak. FOTO: Miladi Ahmad/Tangerang Ekspres

TANGERANG – Kasus Covid-19 merenggut banyak korban jiwa. Hal ini dapat dilihat dari jenazah yang dimakamkan dengan protokol kesehatan (prokes) di taman pemakaman umum (TPU) Jombang, Ciputat, Kota Tangsel.

Sejak Maret sampai Desember 2020, tercatat 457 jenazah Covid yang dimakamkan dengan prokes. Sedangkan tahun ini dimulai Januari sampai 23 Juni 2021, sudah ada 497 jenazah Covid yang dimakamkan. Bahkan di bulan ini saja yang dimakamkan sebanyak 114 jenazah. Ada lonjakan sangat signifikan pasien Covid yang meninggal dimakamkan di TPU tersebut.

“Kalau sejak Januari 2021 sampai Juni 2021 sudah ada 497 jenazah yang dimakamkan di TPU Jombang dengan prokes,” ujar Kepala TPU Jombang Tabroni kepada Tangerang Ekspres, Rabu (23/6).

Masih menurut Tabroni, pernah dalam satu hari pihaknya memakamkan 25 jenazah dan itu¬† merupakan angka tertinggi yang dicatatkan petugas TPU Jombang selama pandemi Covid-19 melanda Kota Tangsel. “25 jenazah yang dimakamkan sebagian besar tinggal di Tangsel,” sebutnya.

Menurutnya, jumlah jenazah pasien Covid-19 yang dimakamkan di TPU Jombang meningkat signifikan sejak awal Juni 2021. Dalam sehari, setidaknya ada 5-6 jenazah yang dimakamkan di TPU khusus Covid-19 di Kota Tangsel tersebut.

“Lonjakan bulan Juni ini lumayan. Pernah tertinggi juga 11 jenazah dimakamkan, pas bulan ini juga,” tuturnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan kasus, pihaknya telah menyiapkan lahan baru untuk dijadikan area pemakaman khusus jenazah pasien Covid-19. Sebab, ketersediaan lahan pemakaman yang ada saat ini semakin menipis.

“Kami siapkan lahan, yakni penambahan luas lahannya kurang lebih 2.000 meter dengan kapasitas 1.000 lubang,” ungkapnya.

Selain mempersiapkan lahan, pengelola TPU Jombang juga membuat lubang makam untuk mengantisipasi bila terjadi lonjakan jenazah yang akan dimakamkan.

“Iya kita buat lubang lebih untuk jaga-jaga kalau ada lonjakan, minimal lima lubang harus ada. Untungnya kita dibantu alat beko untuk buat lubangnya, jadi tidak terlalu membuat lelah petugas,” ungkapnya.

Kondisi serupa juga terjadi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) khusus Covid di Desa Buni Ayu, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang.

Kepala Bidang Pertanahan dan Pemakaman Dinas Perumahan Permukiman dan Pemakaman (DPPP) Kabupaten Tangerang Dadan Darmawan mengatakan, sebelum adanya libur lebaran jumlah jenazah yang dimakamkan terhitung sedikit. Namun, pasca musim libur jenazah korban Covid-19 yang dimakamkan meningkat.

Dadan mengimbau, warga agar tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes). Yakni, memakai masker, menghindari kerumunan, menjaga jarak, mencuci tangan dan mengurangi mobilitas.

“Biasanya sehari atau kadang satu minggu satu hingga dua orang. Kalau sekarang bisa mencapai 15 orang, 11 orang, atau 14 orang sehari. Hari ini (kemarin) ada enam orang warga positif Covid-19 yang dimakamkan. Jumlah totalnya mencapai 705 orang yang dimakamkan di TPU Buni Ayu,” paparnya kepada Tangerang Ekspres, Rabu (23/6).

Terpisah, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang Achmad Muchlis mengatakan, tingkat keterisian di Hotel Singgah Yasmin sudah over kapasitas. Bahkan, warga yang hendak isolasi mesti mengisi daftar tunggu dikarenakan seluruh ruang isolasi terpakai.

“Untuk ruang ICU sudah terisi 84 persen, ruang non-ICU terisi 74 persen. Untuk Hotel Singgah Yasmin terisi 113 persen. Bahkan¬† Ada di beberapa RS swasta yang sudah terisi 100 persen,” paparnya. (bud/sep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here