Home TANGERANG HUB Lingkungan Zona Merah Lockdown

Lingkungan Zona Merah Lockdown

0
SHARE
LOCKDOWN: Walikota Tangerang Arief R Wismansyah (tengah) bersama Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Deonijiu De Fatima memantau kampung zona merah di Kelurahan Cimone, Kecamatan Karawaci, Rabu (23/6). FOTO: Randy Yastiawan/Tangerang Ekspres

TANGERANG- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memberlakukan lockdown mikro di sejumlah lingkungan zona merah. Hal itu dilakukan karena meroketnya kasus covid-19 di Kota Tangerang.

Walikota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, lockdown diberlakukan sebagai upaya pencegahan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas di luar rumah. Apalagi sudah banyak di beberapa kecamatan angka kasus Covid-19 harian yang cukup tinggi.

“Kita lakukan mikro lockdown di kampung yang statusnya zona merah. Saya sudah berkoordinasi dengan Kapolres dan Dandim untuk bersama melakukan lockdown agar masyarakat di zona merah bisa diselamatkan,” ujarnya saat ditemui Tangerang Ekspres di Kelurahan Cimone, Rabu ( 23/6).

Arief menambahkan, pemberlakuan lockdown ini bertujuan agar masyarakat aman. Sedangkan bagi masyarakat yang belum terpapar selama melaksanakan protokol kesehatan diizinkan melakukan kegiatan sosial ekonomi.

“Saya imbau, masyarakat yang masih beraktivitas seiring dengan peningkatan kasus covid-19 di Kota Tangerang untuk semakin meningkatkan kedisiplinan protokol kesehatan. Kalau tidak perlu jangan beraktivitas di luar rumah dahulu. Kalau pun terpaksa pakai masker, jaga jarak hindari kerumunan,”paparnya.

Kapolres Metro Tangerang Kota Deonijiu De Fatima menjelakan,  Polres Metro Tangerang Kota mendirikan dapur umum di beberapa lokasi lockdown. Didirikannya dapur umum lokasi isolasi wilayah, agar mensuplai logistik bagi masyarakat yang sedang menjalani isolasi mandiri.

“Kami sudah mendirikan dapur umum bersama TNI dan Pemerintah Kota Tangerang. Tempat ini untuk menyuplai dukungan logistik bagi masyarakat yang sedang isolasi mandiri,”ungkapnya.

Dapur umum didirikan di wilayah Jatiuwung dan Karawaci. Petugas polisi dibantu TNI, pegawai pemerintah di wilayah untuk menyiapkan makanan siap saji bagi masyarakat yang isolasi mandiri.

“Kami bersama pemerintah dan TNI terus melakukan kerjasama memantau dimana terjadinya covid-19 ini di klaster kampung,”katanya.

Ia menyebutkan, untuk menekan angka penyebaran virus corona pihaknya memasifkan operasi protokol kesehatan di tempat-tempat keramaian. Selain itu, pihaknya juga melakukan rutin melaksanakan penyemprotan disinfektan ke jalan-jalan utama, gang-gang bahkan ke dalam rumah warga.

“Kadang-kadang masyarakat ini kucing-kucingan, setelah kita lakukan operasi mereka bubar dan tutup dan besoknya buka lagi. Ini akan kita lakukan secara masif setiap hari menyusul lonjakan covid-19 makin tinggi,” tutupnya.

Sementara itu, rumah sakit dan rumah isolasi sudah tidak dapat menampung pasien Covid. Lantaran satiap hari banyak warga yang terpapar virus corona.

Saat ini Bed Occupancy Rate (BOR) ICU mencapai 91.02 persen BOR tempat isolasi rumah sakit 91.60 persen. Untuk RIT kapasitas 337 sudah digunakan 81,31 persen. Per tanggal 23 Juni ada 56 pasien yang sudah masuk RIT.

Kepala Ruang IGD RSUD kota Tangerang Ns Marningtiyas menjelaskan, setiap hari ruang IGD RSUD kota Tangerang terus mengalami peningkatan karena banyak pasien yang dirujuk ke RSUD Kota Tangerang.

“Seminggu ini antrean sampai dengan 60 orang. Artinya, IGD RSUD kota Tangerang penuh dengan pasien covid-19 yang dirujuk ke RSUD. Bahkan, setiap hari ada 16 jenazah yang mengantre di ruang jenazah,”tutupnya.

Walikota menyampaikan, meningkatnya kasus harian menjadikan sebanyak 23 kelurahan dari total 104 kelurahan di Kota Tangerang tercatat sebagai zona merah penyebaran virus corona.

“Hasilnya per tanggal 21 Juni sebanyak 23 kelurahan dari 10 kecamatan masuk zona merah. Sisanya, tiga kecamatan masuk ke zona oranye penyebaran covid-19,”paparnya.

Ia menjelaskan, kasus positif covid-19 terbanyak berada di Kecamatan Karawaci dengan jumlah 94 orang. Sedangkan Kecamatan Benda memiliki kasus positif covid-19 paling sedikit dengan 14 kasus aktif.

“Kita terus melakukan upaya pencegahan, kita juga lakukan percepatan vaksinasi dengan melakukan vaksinasi masal untuk masyarakat kota Tangerang yang belum melakukan vaksinasi,”ungkapnya.(ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here