Home BISNIS Lonjakan Kasus Covid-19 Meningkat Kembali, Banyak Even Dibatalkan

Lonjakan Kasus Covid-19 Meningkat Kembali, Banyak Even Dibatalkan

0
SHARE

TANGERANG – Sektor ekonomi, khususnya bisnis hotel yang sempat terpuruk karena terdampak signifikan dengan adanya pandemi COVID-19 pada Maret Tahun 2020 lalu.

Public Relations Hotel Allium Tangerang, Gunawan mengatakan, Agustus 2020 lalu, gairah bisnis perhotelan mulai sempat bangkit kembali mengalami peningkatan setelah adanya kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) berbasis pra-adaptasi kebiasaan baru (New Normal). Seperti Hotel Allium Tangerang yang merasakan bangkit dan berusaha mencapai kondisi operasional yang terbaik dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Kita mulai bangkit kembali mencapai kondisi operasional yang terbaik dengan tidak luput menerapkan protokol kesehatan,” ungkap Gunawan kepada Tangerang Ekspres, kemarin.

Namun, pertengahan Juni 2021 lalu, kata Gunawan, wabah virus corona kembali mengalami lonjakan yang cukup tinggi membuat manajemen hotel Allium harus turut serta menekan penyebaran virus Corona tersebut sesuai anjuran pemerintah. Padahal, menurut Gunawan beberapa Minggu kedepan pihaknya sudah menerima pemesanan yang rata-rata untuk meeting room yang didominasi dari pihak organisasi pemerintahan yang akhirnya dilakukan pembatalan lantaran saat ini kasus Covid-19 kembali mengalami lonjakan yang cukup tinggi.

“Tadinya kita punya event-event beberapa minggu kedepan yang sudah kita listing akhirnya harus di cancel karena itu tadi, terjadinya lonjakan wabah virus Corona. Saat ini untuk tamu kita memang kebanyakan list government. Nah kalo government pasti gak boleh ngadain acara,” tuturnya.

Gunawan menceritakan, sejak pertengahan bulan Maret 2020 lalu hampir semua pelaku usaha khususnya bisnis perhotelan merasa terpukul dengan adanya pandemi Covid-19.

Ia memaparkan, sekitaran April 2020 lalu hotel Allium mengalami penurunan yang cukup drastis terhadap tingkat hunian di hotel tersebut. Lonjakan kasus virus corona cukup tinggi yang dimana manajemen Hotel Allium merasakan cukup terpukul sehingga menyebabkan turunnya tingkat hunian yang lebih drastis dari sebelumnya. Hal tersebut mengakibatkan Allium Tangerang Hotel terpaksa harus tutup sepanjang bulan Mei 2020 sehingga tidak ada data hunian untuk bulan tersebut.

“Kita sempet tutup sampai kurang lebih hampir satu setengah bulan,” ujarnya.

Hampir di seluruh pebisnis hotel termasuk Allium, kata Gunawan, terpaksa mengambil keputusan sulit yakni menghentikan operasi untuk sementara waktu saat itu. Namun untuk kembali beroperasi, manajemen hotel allium harus memutar otak untuk bangkit kembali. Pihaknya pun memberikan harga promo untuk melakukan penyesuaian harga seperti untuk event-event maupun meeting room dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat sesuai instruksi pemerintah.

Hotel Allium pun menyajikan aneka kegiatan yang menjadi produk unggulan yang dipasarkannya. Keberanian ini diambil demi keberlangsungan menghidupkan bisnis hotelnya. Keberhasilan itu dapat terlihat banjirnya pemesanan yang menjadikan Hotel Allium kerap menjadi arena meeting dan event-event seperti wedding organization dan lain sebagainya.

Namun semakin dilakukan pengetatan dalam menangani pandemi Covid-19,
melalui Disparekraf Nomor 16 Tahun 2021 dan surat edaran Walikota Tangerang tentang Pemberlakuan Pembatasan Kapasitas dan Jam Operasional pada Sektor Pariwisata dalam Rangka Pelaksanaan PSBB, even resepsi pernikahan boleh digelar di hotel dan gedung pertemuan dengan maksimal kapasitas 25 persen. Untuk acara resepsi atau restoran hanya boleh dari pukul pukul 06.00 WIB hingga 19.00 WIB dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat seperti harus menggunakan masker, melakukan pengecekan suhu badan dan membersihkan tangan sebelum memasuki hotel.

“Sebelumnya kita diberikan 50 persen kapastas pengunjung. Kemudian adanya SE Disparekraf Nomor 16 Tahun 2021 kapasitas pengunjung menjadi 25 persen,” tandasnya.

“Dengan begitu, tetap mengikuti aturan pemerintah seperti event wedding harus makan take away (dibawa pulang) ya kita ikuti juga karena memang harus bagaimana lagi. Sebenarnya kan jarang memang di acara pernikahan orang mau bawa-bawa makanan menggunakan box. Rata-rata kan buffet ya (makan ditempat),” tambahnya.

Ia pun berharap kebijakan pemerintah untuk pelaku usaha dalam hal penanganan kebangkitan perekonomian adanya kelonggaran. Apabila kebijakan pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang semakin diperketat, pihaknya mengkhawatirkan terpaksa harus tutup kembali.

“Semoga kebijakan penekanan untuk menangani pandemi ini sampai 5 Juli ini. Supaya kita dapat normal kembali,” tambahnya.(rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here