SHARE
Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Deonijiu De Fatima (dua dari kiri), Wakil Walikota Sachrudin (empat dari kanan) dan Kajari I Dewa Gede Wirajana (dua dari kanan) mendapati toko sepatu dan tas masih beroperasi pada malam hari.

KOTA TANGERANG-Hari keempat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, masih ditemukan aktivitas masyarakat dan pedagang kaki lima di atas pukul 19.00 WIB. Padahal, sudah dijelaskan dalam aturan PPKM Darurat tidak boleh ada aktivitas warga untuk menekan angka penyebaran virus corona di Kota Tangerang.

Seperti yang terlihat pada saat operasi PPKM Darurat yang dilakukan Polres Metro Tangerang, Kodim 0506/TGR, Kejaksaan Negeri Kota Tangerang dan Pemkot Tangerang di wilayah Barat Kota Tangerang.

Dalam operasi tersebut, masih ditemukan aktivitas masyarakat dan pedagang yang berjualan. Tetapi, masih diberikan imbuan dan sosialisasi untuk tidak lagi melakukan aktivitas selama PPKM Darurat.

Kepala Kejaksaan Negri Kota Tangerang I Dewa Gede Wirajana mengatakan, di hari ke-4 PPKM Darurat ini masih bersifat imbauan dan sosialisasi. Namun apabila selanjutnya terdapat pelanggaran-pelanggaran pada pelaksanaannya, pihaknya akan melakukan penegakan hukum berupa sanksi pidana.

“Jika masih ada yang melanggar, maka akan dikenakan Undang No 4 tahun 1984 tentang wabah penyakit menular dan undang-undang No 6 tahun 2016 tentang karantina kesehatan serta pasal 216 ayat 1 KUHP dengan hukuman 1 tahun penjara,”ujarnya saat ditemui Tangerang Ekspres saat melakukan operasi PPKM Darurat di Kecamatan Cibodas, Rabu (7/7).

Wirajana menambahkan, untuk itu selama PPKM Darurat ini seluruh kegiatan masyarakat yang menyebabkan kerumunan akan ditindak tegas. Karena keselamatan masyarakat lebih utama di tengah pandemi Covid-19 yang semakin meningkat di Kota Tangerang.

“Operasi ini akan kami lakukan rutin bersama Forkopimda, jika masih ditemukan maka tidak akan ada negosiasi lagi.┬áKarena selama 4 hari ini sudah kami imbu dan sosialisasi,”paparnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Tangerang Sachrudin menjelaskan, bahwa PPKM Darurat ini dilakukan semata-mata untuk mengurangi mobilitas kegiatan masyarakat agar ada penurunan penularan Covid-19. Kota Tangerang sudah dalam keadaan darurat, karena kasus Covid-19 terus meningkat.

“Kita turun ke jalan memberikan imbauan adalah untuk kepentingan masyarakat, semua harus menyadari bahwa ini adalah masalah kita bersama. Pemerintah ingin masyarakatnya dalam keadaan sehat agar tidak terpapar atau memaparkan Covid-19,” tuturnya.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Deonijiu De Fatima optimistis masyarakat Kota Tangerang akan memahami aturan PPKM Darurat yang akan berjalan hingga 20 Juli mendatang.

“Sudah sekitar 70 persen masyarakat memahami aturan PPKM ini, hanya saja masih ada yang membandel. Makanya kita lakukan sosialisasi kepada masyarakat khususnya para pedagang yang berjualan di malam hari,”katanya.

Deonijiu berharap, masyarakat dapat bersama-sama berperan mengambil bagian dalam menangani penyebaran virus Corona.

“Kegiatannya berdagang sampai Pukul 19.00 WIB. Pembeli diimbau untuk tidak makan di tempat, dibawa pulang saja. Para pedagang juga tidak perlu menyiapkan kursi-kursi atau meja yang bisa membuat pembeli makan di tempat,”tutupnya. (ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here