Home TANGERANG HUB Aksi Pembakaran Mantan Pacar, Pelaku Dibantu Bos

Aksi Pembakaran Mantan Pacar, Pelaku Dibantu Bos

0
SHARE
Dua orang pemuda berdiri di dekat lokasi jasad perempuan berinisial SZ (19) ditemukan di Desa Suradita, Cisauk, Kabupaten Tangerang, Jumat (9/7). FOTO: Humas Polres for Tangerang Ekspres

SERPONG-Polsek Cisauk berhasil menangkap dua pria pelaku pembunuhan sadis yang dialami Siti Zahra (19 tahun). Pelaku berinisial DS dan US membakar korban dan jasadnya ditemukan di area kebon kosong di Suradita, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, Jumat (9/7) lalu. Kedua tersangka merupakan bos dan anak buah sebuah salon di kawasan Suradita.

Menurut orangtua korban, Aziz (45), DS didampingi US pernah datang ke rumah untuk melamar Siti Zahra yang tak lain adalah anaknya. Namun, pinangan tersebut bertepuk sebelah tangan karena orangtua korban menolak. “DS dan US ini pernah datang ke rumah untuk melamar anak saya dan saya tolak. US ini kerjanya di salon,” ujarnya kepada wartawan, Senin (12/7).

Azis menambahkan, US merupakan sosok pria kemayu. Sedangkan DS pernah dimasukan kerja di bengkel motor oleh anaknya ia mengaku tidak merasakan firasat apapun atas kepergian putrinya tersebut. Namun, setelah 24 jam tidak kembali ke rumah, orang tuanya merasakan perasaan tidak enak terhadap putrinya.

Apalagi korban berulang kali dihubungi melalui telepon selularnya tidak aktif. “Pas saya lihat itu jenazah di facebook, saya udah kerasa itu anak saya. Saya udah yakin banget, dari medsos segala macem. Di batin saya yakin itu anak saya,” tambahnya.

Masih menurutnya, sebelum diketahui tewas, Aziz melihat hal tak biasa dari putri pertamanya itu. Aziz melihat putrinya itu, menitipkan pesan ke adiknya dan bermain tiktok bersama. “Dia banyak pesen, main tiktok sama adiknya, tidak biasa itu dilakuin. Banyak pesen buat adiknya, jangan bandel, jangan banyak jajannya kasian sama bapak-ibu,” ungkapnya.

Aziz menuturkan, DS sempat mengancam akan menghamili anaknya. Ancaman itu diberikan ketika dirinya menolak lamaran DS untuk menikahi anaknya tiga pekan lalu. Ternyata ancaman itu berbuah, Siti Zahra dibunuh dengan sadis, yakni dibakar.

Motif pelaku melakukan tindakan kejinya lantaran merasa sakit hati lamarannya ditolak oleh korban yang merupakan mantan kekasihnya. Seingat Aziz, kedatangan pelaku untuk melamar putrinya terjadi pada pertengahan Juni 2021 lalu.

Saat itu, pelaku datang dua kali ke rumahnya pada malam hari dengan tujuan untuk melamar anaknya. “Itu hari Rabu bulan Juni, niatnya mau lamaran. Datang malam karena saya tidak ada, besoknya dateng lagi bertiga sama tukang salon yang jadi tersangka,” ungkapnya.

Namun, lamaran pelaku bersama dua orang kerabatnya itu ditolaknya lantaran anaknya dianggap masih terlalu muda untuk menikah dan juga masih menjadi tulang punggung keluarga. Dari penolakan itu, pelaku tiba-tiba mengeluarkan surat perjanjian yang dibuatnya sendiri untuk ditandatangani Aziz.

Surat perjanjian itu, menyiratkan jika orangtua Siti Zahra tidak bisa menuntut jika terjadi sesuatu terhadap putri mereka. “Saya omongin, abang jaga adik abang, saya jaga anak saya. Saya nggak mengerti ancaman itu apakah kekhawatiran dia kalau memang anak saya hamil lepas tanggung jawab,” jelasnya.

“Saya bilang, setahu saya, tiga sampai empat hari ini masih menstruasi dan enggak mungkin berani melakukan yang bikin aib orang tua,” tutupnya.

Sebelumnya, Jumat (9/7) sekitar pukul 06.00 WIB warga Desa Suradita, Cisauk, Kabupaten Tangerang dihebohkan dengan penemuan jasad manusia yang terbakar di sebuah kebun. Penemuan jasad tersebut pertama diketahui oleh Muslim (58).

Saat itu Muslim akan menggarap kebunnya dan melihat jenazah masih dipenuhi kepulan asap pada sekitar pukul 06.00 WIB. Posisi jasad saat ditemukan berada di dekat kebun singkong yang digarap olehnya.

Sementara itu, dari video yang beredar, jasad korban tergeletak di antara pohon singkong di sekitar kebun. Tanah tempat penemuan jasad hangus terbakar itu kondisinya menghitam. Tanah yang hangus membentuk lingkaran dengan diameter sekira dua meter.

Masih terlihat sisa kain berwarna krem yang tidak terbakar sepenuhnya. Bahkan masih terlihat ada tulang yang tertinggal di TKP seukuran jari tangan.

Kapolres Tangsel AKBP Iman Imanuddin mengatakan, pelaku berjumlah dua orang, yakni DS (20) dan US (42). “Sudah ditangkap dua orang, laki-laki. Inisial DS alias E (20) dan US alias U (42),” ujarnya.

Iman menambahkan, kedua pelaku saat ini masih diperiksa lebih lanjut. “Setelah ini kita akan melakukan rekonstruksi pembunuhan yang dilakukannya terhadap Siti Zahra ini,” tambahnya. (bud/esa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here