Home TANGERANG HUB 19 WNA Ditolak Selama PPKM Darurat

19 WNA Ditolak Selama PPKM Darurat

0
SHARE
PEMERIKSAAN : Selama PPKM Darurat, Kantor Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta melakukan pemeriksaan ketat kepada WNA yang datang. FOTO: Imigrasi Bandara Soetta for Tangerang Ekspres

TANGERANG – Kantor Imigrasi Bandara Soetta menolak 19 Warga Negara Asing (WNA) masuk Indonesia melalui Bandara Soetta. Kepala Kantor Imigrasi Bandara Soetta Romi Yudianto mengatakan, penolakan ini karena sedang dilakukan PPKM Darurat. Semua aktivitas masyarakat termasuk di Bandara Soetta juga dibatasi sebagai upaya pencegahan virus corona.

“Mereka ditolak masuk Indonesia karena tidak memenuhi syarat, seperti tidak memiliki kartu vaksinasi yang merupakan rekomendasi,”ujarnya saat ditemui Tangerang Ekspres di Kantor Imigrasi Bandara Soetta, Selasa (13/7).

Romi menambahkan, WNA yang ditolak langsung dipulangkan ke negara masing-masing, karena mereka juga tidak mempunyai visa dan tujuan ke Indonesia belum mempunyai tujuan pasti.

“Walaupun sudah mempunyai syarat masuk ke Indonesia, WNA yang datang sementara ini kami tolak dulu. Aturan PPKM Darurat sudah jelas, artinya harus ada pembatasan kegiatan masyarakat agar tidak menularkan virus corona,”paparnya.

Ia menjelaskan, penolakan masuk WNA yang tidak memenuhi  syarat ini, sesuai dengan  surat edaran Menteri Hukum dan HAM Nomor M.HH- 01.GR. 02.07 tahun 2021 tentang ketentuan visa, tanda masuk dan ijin tinggal Keimigrasian dalam masa pemberlakuan PPKM Darurat Covid-19 yang mulai diterapkan 5 Juli lalu.

“WNA yang kami tolak diantaranya berasal dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Saudi Arabia, Jerman, Perancis, Brazil, Afrika, Filipina, Bangladesh dan Malaysia,”ungkapnya.

Romi menuturkan, berdasarkan data Kantor Imigrasi Bandara Soetta,  jumlah WNA yang masuk ke Indonesia  sejak 1 sampai 11 Juli sebanyak  4.305 orang. Dengan rincian memiliki visa kunjungan 2251, Kitas 991, Kitap 82, Vitas 631, visa kunjungan dinas 78, visa kunjugan diplomasi 78, Affidavit 39 dan yang ditolak 27.

“Setiap hari kami update, dan kami lakukan monitoring agar selama PPKM Darurat tidak ada WNA yang lolos masuk ke Indonesia. Mereka harus melalui proses tahapan yang telah kami tetapkan,”tutupnya. (ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here