Home TANGERANG HUB Kasus Corona Naik, Tangsel Mulai Vaksinasi Anak-anak dan Remaja

Kasus Corona Naik, Tangsel Mulai Vaksinasi Anak-anak dan Remaja

0
SHARE
Petugas kesehatan dengan alat pelindung diri (APD) mengantarkan pasien ke RSU khusus Covid-19, di Serpong Utara, Kota Tangsel. FOTO: Miladi Ahmad/Tangerang Ekspres

PAMULANG-Program vaksin Covid-19 di Kota Tangsel mulai diperluas ke anak-anak usia 12-17 tahun dan dimulai kemarin, 13 Juli 2021. Hal itu dilakukan untuk mencegah semakin banyaknya anak-anak yang terinfeksi Covid-19 lalu mengalami kondisi yang parah dan memerlukan perawatan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel Taryono mengatakan, vaksinasi Covid-19 anak usia 12-17 tahun sudah dimulai hari ini (kemarin). “Target kita untuk program vaksin Covid-19 anak berusia 12-17 tahun sebanyak 52.406 anak,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Selasa (13/7).

Taryono menambahkan, vaksinasi anak usia 12-17 tahun dimulai hari ini (kemarin) di Sinarmas World Academy, Serpong. Sedangkan hari ini akan dilaksanakan vaksinasi di Sekolah Pembangunan Jaya Pondok Aren kepada 350 siswa dan di SMPN 11 kepada 1.200 siswa. “Vaksinasi di SMPN 11 akan dipantau oleh Presiden Joko Widodo melalui zoom,” tambahnya.

Taryono menjelaskan, jumlah siswa berusia 12-17 tahun baik negeri dan swasta di Kota Tangsel jumlahnya 52.406 siswa. Usia tersebut merupakan siswa jenjang SMP. “Kami juga mendorong anak SMA juga divaksinasi, cuma kita harus kordinasi dengan provinsi dan minta data siswanya,” jelasnya.

Taryono mengaku, juga sudah kerjasama dengan Kemenag Kota Tangsel agar mempersiapkan datanya untuk dilakukan vaksinasi kepada siswa yang berada dalam naungan Kemenag. “Jumlah siswa ini berdasarkan data yang ada di sistem dan NIK ini berlalu nasional. Penyelenggaran vaksinasi tetap Dinkes dan sasarannya Dikbud atau siswa,” tuturnya

Mantan Sekretaris Dinas Berhubungan Kota Tangsel ini mengungkapkan, pelaksanaan vaksinasi akan dilakukan sampai tuntas. Meskipun pembelajaran dilakukan secara daring namun, anak-anak datang ke sekolah hanya untuk vaksinasi saja.

“Vaksinasi ini dilakukan untuk menjadi kelengkapan untuk PTM terbatas. Setelah guru dan tenaga kependidikan telah divaksinasi siswanya juga divaksin, ini untuk mencegah paparan Covid-19,” tutupnya. (bud/esa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here