Home TANGERANG HUB Pemkot Tangsel Kehabisan Dana, Minta Bantuan Dana ke Pemprov Banten, DKI Jakarta...

Pemkot Tangsel Kehabisan Dana, Minta Bantuan Dana ke Pemprov Banten, DKI Jakarta dan Pusat

0
SHARE
Benyamin Davnie, Walikota Tangsel

SERPONG-Pemkot Tangsel mulai kehabisan dana untuk penanggulangan pandemi Covid-19. Pasalnya, kasus covid-19 di Kota Tangsel masih tinggi.

Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengaku, sudah menyampaikan kondisi tersebut secara langsung kepada Wakil Presiden Maruf Amin, sekaligus meminta penambahan bantuan keuangan dari pemerintah pusat.

“Tadi waktu vicon dengan Wapres, saya sampaikan permohonan untuk adanya penambahan bantuan keuangan,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (14/7).

Pak Ben mengaku, baik melalui bagi hasil pajak atau hibah kepada daerah. Baik Dana Alokasi Khusus (DAK) misalnya, itu juga melalui APBN. Menurutnya, dana penanggulangan Covid-19 di Kota Tangsel yang difokuskan pada anggaran belanja tidak terduga hanya tersisa Rp 4,7 Miliar.

Di sisi lain, Pemkot Tangsel sedang berupaya menambah dana penanggulangan Covid-19 dengan melakukan refocusing anggaran. Namun, dana yang didapatkan dianggap masih belum cukup.

“Tadinya ada Rp 12 miliar, semua dipakai sisa Rp 4,7 miliar. Akan tambah Rp 28 miliar tapi, itu masih kurang jujur aja. Rp 28 miliar itu hasil refocusing dari beberapa kegiatan,” jelasnya

Masih menurutnya, Pemkot Tangsel masih memerlukan tambahan bantuan keuangan pemerintah pusat maupun provinsi dalam rangka menanggulangi Covid-19. “Makanya saya minta bantuan dari provinsi dan pusat. Dana habis untuk kesehatan, pemulihan ekonomi dan jaring pengamanan sosial,” jelasnya.

Sebelumnya, Pemkot Tangsel terkendala pendanaan dalam mengoperasikan Rumah Sakit Umum (RSU) Pondok Aren untuk perawatan pasien Covid-19. Pihaknya sedang meminta bantuan keuangan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mempercepat perampungan pembangunan, sekaligus pengoperasian rumah sakit tersebut.

“Saya sedang minta bantuan keuangan dari Pemprov DKI. Saya lupa jumlahnya, tetapi saya sudah ajukan surat kepada Bapak Gubernur DKI Anies Baswedan untuk minta bantuan keuangan bagi aktivasi RSU Pondok Aren,” ujar Pak Ben.

Menurutnya, pengoperasian RSU Pondok Aren menjadi salah satu cara untuk menambah ruang perawatan pasien Covid-19 di Kota Tangsel.

Nantinya, RSU Pondok Aren akan langsung dioperasikan sebagai lokasi rujukan pasien Covid-19 dengan kapasitas 100 tempat tidur isolasi mandiri dan delapan ICU.

“Itu sudah tinggal finishing dari segi fisik, tinggal sedikit lagi. Jadi 8 tingkat yang ada sama dengan RSU Serpong Utara, akan ada 100 kapasitas akan kita penuhi. Supaya bisa dijadikan tempat rujukan,” tuturnya.

Selain meminta bantuan keuangan ke DKI, Pemkot Tangsel juga mengharapkan adanya bantuan dana dari Pemerintah Provinsi Banten untuk RSU Serpong Utara.

Benyamin mengatakan, dana bantuan itu untuk melengkapi segala kekurangan di rumah sakit tersebut, sehingga bisa dioperasi secara penuh.

“Kami juga berharap akan mendapatkan bantuan keuangan dari Pemprov Banten kurang lebih Rp 30 miliar dan ini semua diperuntukkan bagi melengkapi RS Serpong Utara,” ungkapnya.

Saat ini, kata Benyamin, RSU Serpong Utara baru beroperasi dengan 25 tempat tidur untuk isolasi pasien Covid-19. Padahal, rumah sakit tersebut memiliki 70 tempat tidur dan 6 ruang ICU. “Baru 25 yang bisa dipakai. Karena ranjangnya ada tapi oksigen enggak ada,” tutupnya. (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here