Home TANGERANG HUB 10 Guru Meninggal  Terpapar Covid

10 Guru Meninggal  Terpapar Covid

0
SHARE
Jamaludin, Kadindik Kota Tangerang

TANGERANG – Sebanyak 10 guru di Kota Tangerang meninggal akibat terpapar Covid-19. Sedangkan yang harus menjalani isolasi mandiri sebanyak 30 orang. Dengan angka kematian yang cukup tinggi di kalangan pendidikan, para orangtua dan siswa harus bersabar. Jangan terburu-buru minta dimulainya pendidikan secara tatap muka.

“Selama pandemi, sekitar 10 orang guru di Kota Tangerang meninggal dunia karena terpapar Covid dan rata-rata mereka comorbid. Saat ini sekitar 30 orang guru menjalani  Isman (isolasi mandiri) lantaran positif covid,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Jamaludin saat dihubungi awak media, Kamis (15/7).

Ia menuturkan, dengan banyaknya jumlah kasus kematian karena virus corona dikarenakan kondisi keterisian ruang perawatan atau Bed Occupancy Rate (BOR) di sejumlah rumah sakit (RS), Puskesmas, rumah isolasi terpadu (RIT), dan sejumlah sekolah yang dijadikan tempat isolasi mandiri rujukan mengalami overload. Sehingga, pasien yang seharusnya mendapatkan perawatan khusus dari tim medis tersebut terpaksa harus melakukan isolasi mandiri.

“Jadi menurut saya dengan kondisi saat ini sangat memprihatinkan,” tuturnya.

Sampai saat ini, kata Jamal, guru di Kota Tangerang yang telah dilakukan vaksinasi sudah mencapai 90 persen. Ia berharap akhir Juli ini seluruh guru yang ada di Kota Tangerang sudah melaksanakan vaksinasi.

“Target kita sampai akhir Juli ini sekua guru di Kota Tangerang sudah divaksin,” tuturnya.

Selain itu, Jamal menjelaskan pelaksanaan vaksinasi untuk anak usia 12-18 tahun di setiap sekolah yang ada di Kota Tangerang mencapai sekitar 70 ribuan siswa mulai dari kelas 1 SMP hingga kelas 12 SMA. Namun teknis dan pelaksanaannya Dindik menyerahkan kepada Dinkes Kota Tangerang.

Pihaknya juga telah menyosialisasikan kepada pihak sekolah dan orangtua murid melalui zoom meeting agar setiap siswa dapat melakukan vaksinasi yang nantinya diinformasikan lebih lanjut.

Ketika disinggung terdapat walimurid ataupun siswa yang tidak mau melaksnaakan vaksinasi, Jamal menyatakan bahwa pihaknya hanya sebatas menyosialisasikan tidak dapat memaksakan siswa tersebut karena hal itu bukan ranahnya.

“Untuk vaksinasi siswa usia 12 sampai 18 tahun sudah kami sosialisasikan. Pelaksanaannya tanya Dinkes. Tapi sepertinya pelaksaannya seperti masyarakat pada umumnya. Kita tidak bisa memaksa itu bukan ranah kami. Ranah kami hanya menyosialisasikan kepada sekolah negeri maupun swasta termasuk walimurid,” jelasnya.

Ia menambahkan, terkait pelaksaan pembelajaran tatap muka (PTM), pihaknya akan mengacu pada peraturan pemerintah pusat. Seperti diketahui, daerah yang tengah mengalami zona merah pada situasi pandemi. Pemerintah pusat melarangnya untuk melaksanakan PTM.

Selain itu, seiring meningkatnya kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kota Tangerang, pihaknya meminta kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi disiplin protokol kesehatan 5M. Seperti memakai masker, mencuci tangan dengan air yang mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan serta mengurangi mobilitas ke luar daerah.

“Kita minta masyarakat tetap menjaga prokes, apalagi saat ini pemberlakuan PPKM darurat, kalau tidak mendesak jangan deh keluar rumah. Kita berharap pandemi cepat berakhir agar semua dapat dilaksanakan dengan kondisi normal kembali,” pungkasnya. (raf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here