Home TANGERANG HUB Pedagang Pasar di Cisoka, Tolak Keras Pemagaran oleh PD Pasar

Pedagang Pasar di Cisoka, Tolak Keras Pemagaran oleh PD Pasar

0
SHARE
PEMAGARAN: Petugas Satpol PP Kecamatan Cisoka melintas di depan lokasi pemasangan pagar di pintu akses masuk Pasar Cisoka yang ditolak pedagang, kemarin. FOTO: Warga for Tangerang Ekspres

CISOKA — Puluhan pedagang Pasar Tradisional di Cisoka melakukan aksi demo. Unjuk rasa itu pecah dengan turun ke jalan, tepatnya di Pasar Cisoka, Kabupaten Tangerang.

Aksi yang digelar di tengah pandemi dan PPKM Darurat tersebut digelar para pedagan karena dipicu atas pemagaran oleh pihak dari Perumda Niaga Kerta Raharja (NKR) Kabupaten Tangerang.

Afendi, salah satu pemilik lapak yang berada di dekat lokasi pemagaran pasar mengatakan, pemasangan pagar yang dilakukan pengelola pasar akan mematikan pedagang yang berada di sepanjang lokasi pemasangan pagar.

“Karena menutup toko pedagang. Jelas sangat merugikan dan mematikan perekonomian. Sehingga kami menolak keras rencana pemasangan pagar di Pasar Cisoka,” ujarnya, kemarin.

Kata Afendi, pedagang yang berada di akses pintu keluar Pasar Cisoka yang tepat berada di batas pemasangan pagar tetap akan menolak sampai pemasangan dibatalkan.

“Kami sudah pernah mendatangi kantor Perumda NKR. Namun, pihak direksi tetap keukeuh untuk melakukan pedangan pagar,” ungkapnya.

Demo pedagang di Pasar Cisoka terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Di lokasi tersebut sempat terjadi ketegangan dari pedagang yang menghalau pemasangan pagar atau panel di Pasar Cisoka.

Sementara Direktur Utama Perumdam Niaga Kerta Raharja (NKR) Kabupaten Tangerang Syaefunnur Maszah mengatakan, pembangunan Pasar Cisoka sudah 95 persen hanya tinggal finishing touch.  Ia menjelaskan, guna menjaga progres tidak mundur lagi maka dilakukan pemagaran pasar.

“Perlunya segera dilakukan Pemagaran akses barat dalam rangka penataan pasar cisoka menjadi lebih baik, terintegrasi, modern, aman-tertib, nyaman dan bersih. Serta bebas dari kesemerawutan pedagang liar yang berdampak baik kemacetan, mematikan pedagang dalam pasar. Pedagang liar menyebabkan ruang dagang tidak laku dijual serta tidak mendapatkan pemasukan guna baik bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan perawatan pasar serta kembalinya dana investasi pembangunan oleh investor,” paparnya kepada Tangerang Ekspres, Kamis (15/7).

Ia menuturkan, pemagaran menggunakan panel setinggi 160 centimeter di tiga titik pintu akses masyarakat berukuran 80 centimeter di lokasi yang memang sudah ada jalan. “Jadi sudah ada sebelum toko-toko tanpa izin membangun itu dibangun dipinggiran jalan akses keluar pasar yang menjadi semerawut,” paparnya.

Ia menjelaskan, Perumda NKR sudah berkordinasi dengan Camat Cisoka serta Muspika, Desa, Satpol PP. Termasuk dengan jajaran kepolisian dan TNI untuk  pelaksanaan pemagaran pasar.

“Tahapan sosialisasi ke warga terkait juga sudah dilakukan baik lisan pun tertulis. Sehingga secara aspek filosofis, yuridis, dan sosiologis sudah ditempuh guna menjadi kondusifitas masyarakat setempat. Yang keberatan ngotot tidak mau dipagar tinggal 6 pihak saja,” tuturnya.

Syaefunnur mengungkapkan, bila tidak dipagar akan menjadikan sulitnya pengaturan parkir dan penarikan pembayarannya. Kata dia, tidak ada pemagaran menjadikan jalan akses keluar ini akan dikapling oleh oknum sebagai tempat dagangan yg membuat macet jalan.

“Juga rawan akan kejahatan serta premanisme, pedang liar tidak melahirkan PAD bahkan mematikan pedagang dalam pasar. Pemagaran pasar juga diminta oleh peguyuban pedagang Pasar Cisoka. Yang tidak setuju tinggal 6 orang, bandingkan dengan pedagang yang tertib di dalam ada sekira 500 orang yang meminta juga dipagar, dan ini ada payung hukumnya,” pungkasnya. (sep/din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here