Home TANGERANG HUB Beban Nakes Makin Berat

Beban Nakes Makin Berat

0
SHARE
Tenaga kesahatan (nakes), dokter dan perawat dibebani target testing, tracing dan treatment, di tengah jumlah neakes yang semakin berkurang.

TANGERANG-Pemerintah memperpanjang PPKM Darurat. Pada kali ini, diubah namanya menjadi PPKM Level. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) telah mengeluarkan Instruksi No.22/2021 Tentang, PPKM Level 4 di Jawa dan Bali, berlaku mulai 21 sampai 25 Juli. Dalam instruksi ini, membuat beban tenaga kesehatan (nakes) makin berat.

Dokter dan perawat harus memberikan pengobatan kepada pasien Covid-19 di rumah sakit maupun puskesmas, yang jumlahnya cukup banyak. Banyak nakes yang tumbang karena terpapar virus Corona dan harus dirawat dan isolasi mandiri. Kemudian nakes, harus mengejar target vaksinasi. Dalam Instruksi Mendagri yang baru, nakes dibebankan target testing.

Di setiap daerah jumlah target berbeda-beda. Bergantung jumlah penduduk dan besarnya kasus Covid-19. Di Kabupaten Tangerang misalnya, harus melakukan testing terhadap 8.244 perhari. Target paling tinggi di Banten yang ditetapkan Kemendagri. Lalu, tracing wajib dilakukan minimal 25 orang yang kontak erat dengan orang positif Covid-19.

Dalam PPKM Level ini, di Banten, 4 daerah masuk level 3 dan 3 daerah masuk level 4. Makin tinggi levelnya, berarti pertambahan jumlah kasus harian dan korban meninggal dunia masih tinggi. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tangerang Hendra Tarmidzi mengatakan jumlah kasus harian masih tinggi karena, testing dan tracing yang dilakukan dalam jumlah besar.

“Jumlah testing dan tracing yang mencapai 5 hingga 8 ribu per hari, turut menyumbang tingginya angka kasus,” ujarnya. Namun, disisi lain, penularan yang tinggi juga diakibatkan rendahnya kesadaran warga menjalankan protokol kesehatan (prokes). Ia menuturkan, warga yang masih membandel terhadap prokes dikarenakan berbagai faktor. Namun, hanya ada di beberapa kecamatan yang berada di wilayah pantai utara (pantura).

“Ada yang tidak percaya bahwa Covid-19 itu nyata. Ada juga yang memang karena faktor pendidikan yang menyebabkan kurangnya pemahaman dan informasi. Terbanyak di Tangerang utara. Tetapi di Kecamatan Kelapa Dua, Curug dan di Binong juga masih ditemukan yang tidak patuh prokes, namun jumlahnya tidak sebanayak di pantura,” katanya kepada Tangerang Ekspres ketika diwawancarai, Rabu (21/7).

Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang pada Rabu (21/7) jumlah angka kasus Covid-19 mencapai 18.488 orang yang diantaranya 264 orang masih menjalani perawatan, 2879 orang isolasi, sebanyak 14.999 orang dinyatakan sembuh dan meninggal dunia tercatat 346 orang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here