Home TANGERANG HUB Beban Nakes Makin Berat

Beban Nakes Makin Berat

0
SHARE

“Karena itu kami mengimbau warga agar jangan kendur memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Dokter Indonesia Bersatu, dokter Eva Sri Diana Chaniago mengatakan banyak nakes yang resign dari rumah sakit (RS) dan memilih profesi lain di masa pandemi Covid-19. Ia mengatakan, mereka memilih berhenti karena beban kerja yang berat. Kemudian ditambah insentif dari pemerintah yang cairnya sangat lama.

“Jadi semua karyawan tetap yang bukan PNS (Pegawai Negeri Sipil) sudah banyak yang resign. Karena beban kerja yang berat dan insentif,” ujarnya kepada JawaPos.com, Sabtu (17/7). “Banyak yang berhenti. Saya tanya, karena beban kerja yang banyak, pasien banyak, dan gaji enggak imbang. Belum lagi insentif enggak turun-turun. Daripada bertempur mending cari makan yang lain buat anak istri,” tambahnya.

Menurut dokter spesialis paru ini, bukan hanya para tenaga medis yang mengundurkan diri. Menurutnya ada juga relawan yang memilih untuk berhenti. Karena jumlah tenaga kesehatan dan relawan tidak sebanding dengan banyaknya jumlah pasien Covid-19. “Jadi ada relawan lama enggak dibayar. Beban kerja yang berat, pasien makin banyak, nakes makin dikit,” katanya.

Dokter Eva menambahkan para perawat juga banyak yang mengundurkan diri lantaran diminta suaminya. Karena pekerjaan mereka sangat berisiko menularkan Covid-19 di tengah penularan yang semakin mengganas. “Banyak perawat yang disuruh berhenti sama suaminya, karena pulang telat, sampai di rumah bawa penyakit Covid-19. Karena saat ini jarang hanya nakes yang kena. Pasti suaminya kena,” tegasnya.

Bahkan menurut dokter Eva, banyak juga dokter-dokter baru yang juga mengudurkan diri memilih kembali sekolah lagi. Hal ini lantaran jumlah tenaga kesehatan tidak sebanding dengan banyaknya pasien Covid-19. “Kalau dokter-dokter juga begitu, mendingan mereka sekolah daripada mereka kerja mati-matian dan gajinya kecil dan jam kerjanya banyak. Masalahnya kalau gajinya dibanyakin, kalau tenaganya terlalu capek juga enggak bisa,” ungkapnya. Saat ini banyak tenaga medis yang masih bertahan hanya karena tidak punya pilihan lain. Karena di situasi saat ini sulit mencari pekerjaan lain.

“Ada yang baru sebulan sudah keluar, jadi mereka yang bertahan itu karena enggak punya pilihan. Enggak punya pilihan mau cari lagi kerja di mana,” katanya. Oleh sebab itu, dokter Eva meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk bisa mencairkan insentif dan membayar klaim tagihan RS. Sebab RS akan tidak bisa membayar gaji pegawainya jika belum ada pembayaran dari pemerintah. “Jadi kalau Kemenkes lama-lama bayar utang, masalah klaim BPJS, dan RS itu enggak ada duit, kalau enggak ada duit enggak bisa gaji karyawan,” pungkasnya. (sep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here