Home TANGERANG HUB Dewan: Puskesmas Jangan Tolak Pasien

Dewan: Puskesmas Jangan Tolak Pasien

169
0
SHARE

TIGARAKSA — Ibu hamil asal Kota Tangerang yang ditolak Puskesmas Sukamulya, Kabupaten Tangerang mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Fraksi PDIP Deden Umardani. Ia meminta, Dinas Kesehatan (Dinkes) agar memodernisasi sumber daya manusia (SDM) di setiap fasilitas kesehatan (faskes) yang berada di bawa koordinasinya.

Ia menekankan, kasus bumil positif Covid-19 yang ditolak Puskesmas Sukamulya gegara KTP harusnya tidak akan terjadi apabila petugas pelayanan diberikan pemahaman tentang melayani warga. Apalagi penolakan tersebut terjadi di masa pandemi Covid-19, yang mana semua warga merasakan dampak wabah virus Covid-19.

“Apa yang terjadi pada Ibu Hamil yang positif Covid-19 harus terabaikan pelayanan kesehatannya hanya karena alamat KTP bukan Kabupaten Tangerang, harus tidak terjadi terlebih pada kondisi pandemi seperti seperti saat ini. Harusnya ketika ada pasien yang melaporkan kasus positif Covid-19 segera di tangani jangan lagi melihat KTP mana,” paparnya kepada Tangerang Ekspres ketika diwawancarai, kemarin.

Ia menegaskan, upaya penyelamatan warga merupakan prinsip terdepan dalam melayani dan menjalankan tugas Tenaga Kesehatan (Nakes). Ia mendesak, agar nakes yang bertugas di Puskesmas diberikan pemahaman tentang sense of crisis atau rasa empati krisis sesuai dengan arahan pemerintah terhadap aparatur sipil negara (ASN).

“Dahulukan upaya penyelamatan setiap nyawa pasien siapapun itu. Dan dengan juga di imbangi upaya penulusuran kasus bagaimana jika di keluarga atau lingkungan ibu tersebut ada yang lain yang terpapar. Jika tindakan penelusuran lambat bukan hanya membayakan keselamatan tetapi juga menjadi membuka ruang sebaran virus baru kepada yang sehat. Sehingga upaya memutus mata rantai penularannya akan menjadi sia sia,” tegasnya.

Deden mengungkapkan, agar dinas kesehatan segera melakukan penguatan pemahaman penanganan kasus pasien positif Covid-19 di semua layanan kesehatan masyarakat. Bukan hanya kepada para kepala puskesmas tapi pada semua pegawai.

“Jangan sampai kejadian pasien tidak di layani hanya karena alamat KTP  terulang lagi. Ingat banyak yang tinggal Kabupaten Tangerang tapi tidak KTP Kabupaten Tangerang, apakah mereka jadi hilang haknya terhadap pelayanan kesehatan.  Atau mereka harus pulang kampung ke daerah asal mereka ketika mereka sakit. Saya rasa dinas kesehatan tahu jawabannya seperti apa,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Dinkes Kabupaten Tangerang akhirnya mendatangi rumah Mayta Panca di Desa Prahu, Kecamatan Sukamulya setelah ia melaporkan ke Satgas Covid-19 Nasional dan SP4N Lapor serta diberitakan Tangerang Ekspres. (sep/din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here