Home TANGERANG HUB Wacanakan Tempat Isolasi di Kecamatan

Wacanakan Tempat Isolasi di Kecamatan

74
0
SHARE

CIPUTAT-Tingkat kepatuhan masyarakat terhadap kepatuhan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 saat ini di angka 80 persen untuk seluruh kecamatan. Hal itu dikatakan Wakil Walikota Tangsel Pilar Saga Ichsan di Balai Kota, Rabu (2/7).

Pilar mengaku, untuk positivity rate di Kota Tangsel masih 5,1 persen dan itu harus ditekan terus. “Untuk rumah sakit saat ini ruang ICU di angka 97 persen dan ada dua bed kosong,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (21/7).

Sedangkan untuk tingkat hunian di rumah lawan Covid-19 (RLC) menurun. Dimana bulan lalu tingkat ketersisian penuh (300) sekarang 200 bed yang terpakai. “Tapi jangan lengah karena gimana juga masyarakat harus terus tersosialisasikan bahwa isolasi itu kalau bisa untuk yang rumahnya tidak memungkinkan jangan isolasi mandiri tapi, isolasi terpusat di RLC,” jelasnya.

Pilar mengaku, Pemkot juga mewacanakan akan membentuk atau membuat tempat isolasi terpusat di tiap kecamatan. Jadi untuk masyarakat yang tanpa gejala dan gejala ringan bisa melakukan isolasi terpusat.

“Ini lagi diolah karena baru ada kesimpulan dari hasil evaluasi. Mudah-mudahan bisa cepat dan mengutamakan menggunakan beberapa gedung pemerintahan yang tidak terpakai, seperti GOR atau apa bisa dipakai selama tidak diperbolehkan adanya kegiatan olahraga atau kegiatan apa,” ungkapnya.

Menurutnya, untuk RLC lebih digunakan untuk masyarakat dengan gejala sedang dan ringan. Kalau di tempat isolaasi terpusat di kecamatan akan digunakan untuk yang tanpa gejala. Hal itu lantaran virus carriernya tersebut gejala masyarakat, ada masyarakat yang tinggal di kontrakan atau rumah 3×3 meter dan tidak bisa isolasi mandiri.

“Di situ ada anak istri yang sehat sementara dianya sakit dan ini yang bahaya kalau tercampur. Kesimpulannya adalah bagaimana kita fokuskan mereka yang tanpa gejala bisa dirawat dalam arti terpusat. Fasilitasnya makan ditanggung, dan ada nakesnya,” ungkapnya.

Menurutnya, gedung yang di kecamatan udh dipetakan dan sedang dilakukan persiapan nakes dan personil yang akan bertugas. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa dimulai. Targetnya ada tapi Juli tinggal beberapa hari lagi. Mudah-mudahan semua kecamatan sudah bisa. GOR Ciputat gak dipake bisa dimanfaatkan dulu atau gedung GOR di Pondok Aren juga bisa dimanfaatkan,” tuturnya.

Pilar mengaku, nakes yang akan bertugas memanfaatkan nakes yang sudah ada. “Kemarin ada masukan kenapa gak dari akademi keperawatan kan belum lulus, kalau melakukan suntik kan takutnya ada malpraktek kita ikuti standar kesehatan. Kita optimalkan sumber daya yang ada,” tuturnya.

Sementara itu, terkait perpanjangan PPKM Darurat, Pilar mengaku ada perubahan atau penambahan aturan-aturan. Ada beberapa poin yang dipertegas namun, sebenernya sama aja. “Kita kan dapat Inmendagri kan tadi didetailkan lagi masalahnya. Yang dilonggarkan gak ada. Tempat makan buka dari jam 05.30 sampai jam 20.00. Tidak boleh makan di tempat,” ungkapnya.

Untuk bantuan sosial (Bansos), Pilar mengaku ada bantuan yang berasal dari pusat dan masih berjalan. “Bicara Dinsos ya buat masyarakat yang tercatat sebagai masyarakat kurang mampu itu masih berjalan dari pusat, dari provinsi Jamsosratu maupun dri Dinsos sendiri. Ada yang berbentuk sembako dan juga kan yang masih berjalan kartu anjungan tunai bisa di warung masih berlaku,” tutupnya. (bud/esa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here