Home TANGERANG HUB Mayoritas Pengelola Masjid Patuhi PPKM Darurat

Mayoritas Pengelola Masjid Patuhi PPKM Darurat

146
0
SHARE

CIPUTAT-Pemerintah telah melarang adanya kegiatan keagamaan pada sejumlah rumah ibadah. Termasuk  pada perayaan Idul Adha yang jatuh pada 20 Juli lalu. Pada momen ini, masjid dilarang menggelar Salar Idul Adha. Kebijakan ini mendapat respon positif, pasalnya dari 569 masjid terdata hanya 50 masjid yang tetap menghelat salat Id.

Kepala Kantor Kemenag Kota Tangsel Abdul Rojak mengatakan, jumlah masjid di Tangsel ada 569 dan tidak semua masjid mematuhi larangan pemerintah tersebut. “Kalau yang didata sama penyuluh Kemenag itu di total ada 50 masjid dari 569 masjid di Tangsel yang masih mengadakan salat Idul Adha,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres,” Kamis (22/7).

Rojak menambahkan, pihaknya mendapati puluhan masjid tersebut menggelar Salat Idul Adha dari tim identifikasi yang dibentuk. Tim tersebut bertugas untuk mengawasi kegiatan agama di seluruh rumah ibadah selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

“Sifatnya kita itu melakukan pemetaan deteksi, kira-kira masjid mana saja yang terindikasi akan melanggar Surat Edaran Menteri Agama dan Walikota gitu saja. Kita identifikasi saja,” tambahnya.

Pada masa PPKM Darurat, Pemkot Tangsel melarang adanya kegiatan keagamaan pada sejumlah rumah ibadah. Langkah tersebut diterapkan untuk mencegah penyebaran covid-19 Imbas kerumunan yang mungkin terjadi saat salat berjamaah.

Namun, Rojak mengaku dengan adanya PPKM Darurat mampu menekan kegiatan keagamaan berjamaah disejumlah rumah ibadah. Hal itu ditengarai gencarnya sosialisasi PPKM Darurat yang dilakukan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Tangsel.

“Ya ini menunjukan tingkat ketaatan masyarakat Tangsel terhadap Surat Edaran Menteri Agama Nomor 17 dan Surat Edaran Wali Kota tangsel tentang PPKM Darurat, ya alhamdulillah dipatuhi,” ungkapnya.

Meskipun menurunnya kegiatan agama secara jamaah, ia mengaku masih terdapat sejumlah pelaksanaan ibadah di sejumlah rumah ibadah termasuk pada perayaan Idul Adha 1442 Hijriah. “Iya, saat Idul Adha masih ada yang menggelar ibadah Idul Adha,” tutupnya. (bud/esa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here