Home TANGERANG HUB PPKM Level 4 Lebih Longgar, Boleh Makan di Tempat

PPKM Level 4 Lebih Longgar, Boleh Makan di Tempat

0
SHARE
DIPERPANJANG Petugas tampak berjaga di titik penyekatan PPKM Kota Tangerang. Kota Tangerang masuk level 4 dalam PPKM Jawa-Bali. FOTO: Randy Yastiawan/Tangerang Ekspres

TANGERANG – Pemerintah Kota Tangerang resmi menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 hingga 25 Juli mendatang.

Walikota Arief R Wismansyah mengatakan, penerapan aturan itu tercantum dalam Surat Edaran Wali Kota Nomor 180/2527-Bag.Hkm/2021. Peraturan yang tercantum dalam PPKM level 4 itu tidak berbeda dengan PPKM darurat yang sebelumnya diberlakukan.

“Aturannya tetap sama dengan PPKM Darurat, Kota Tangerang masuk dalam kriteria Level 4. Ppenetapan tersebut, setelah adanya kajian dan evaluasi bersama dengan Satgas Covid-19,” ujarnya saat ditemui Tangerang Ekspres di Puspemkot Tangerang, Kamis (22/7).

Arief menambahkan, aturan baru itu bakal direlaksasi jika ada penurunan kasus Covid-19 di Kota Tangerang. Sementara itu, kondisi terkini, ada sekitar 667 kasus Covid-19 baru pada 20 Juli 2021.

“Usai PPKM darurat diterapkan, ada penurunan dalam tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) khusus pasien Covid-19 di RS rujukan di Kota Tangerang. Artinya masih ada kenaikan kasus Covid-19 per harinya, walau keterisian tempat tidur pada rumah sakit, BOR-nya sudah menurun. Yang tadinya 93 persen, saat ini sudah 85,83 persen,” paparnya.

Ia menjelaskan, adapun dasar dari penerapan PPKM level 4 itu adalah Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 22 Tahun 2021 Tentang PPKM Level 4 Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali.

“Kalau PPKM Darurat ada pengetatan, di PPKM level 4 ini ada beberapa kelonggaran bagi masyarakat. Salahsatunya, pedagang boleh buka sampai pukul 21.00 WIB. Selain itu, masyarakat boleh makan di tempat dengan maksimal waktu 30 menit dan tetap menjalankan protokol kesehatan,”ungkapnya.

Arief menuturkan, bila selama PPKM Darurat kemarin, ada penurunan kasus Covid-19 yang juga disebabkan oleh menurunnya mobilitas warga. Hal ini juga terlihat dari BOR rumah sakit dan ICU, serta angka kematian yang semakin hari semakin menurun.

“Ada penurunan, tapi kita tidak boleh kendor. Makanya hari ini mau ada pembahasan dulu, pertama dengan pemerintah pusat lalu dengan Forkominda, nanti tunggu hasilnya,”tutupnya. (ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here