Home TANGERANG HUB Pemkot Tak Melonggarkan PPKM

Pemkot Tak Melonggarkan PPKM

110
0
SHARE

CIPUTAT-Pemkot Tangsel telah memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat yang kini menjadi PPKM Level 4. Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan perpanjangan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 443/2535 tentang Perpanjangan PPKM Level 4 Covid-19.

“Iya diperpanjang. Saya sudah terbitin surat edaran per tanggal 21 lalu, sampai 25 Juli,” ujarnya, Jumat (22/7).

Pak Ben (sapaan Benyamin Davnie) menambahkan, belum memberi pelonggaran kebijakan pada perpanjangan PPKM darurat tersebut. Contohnya pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang masih dilakukan secara online atau daring.

“Untuk lembaga pendidikan tinggi, pendidikan non formal seperti PAUD, tempat penitipan anak, TK, SD, MI, SMP, MTs, SMA, SMK dan MA, lembaga pendidikan, pelatihan mereka harus menjalankan pembelajaran secara online,” tambahnya.

Kemudian, kebijakan lain terkait jam operasional restoran, warung makan, pusat perbelanjaan, perkantoran dan lainnya, masih sama dengan PKKM sebelumnya. Ia mengimbau agar masyarakat dapat mengindahkan protokol kesehatan (prokes) Covid-19. Pasalnya, penyuntikan vaksi tak dapat menjamin memutus mata rantai penyebaran dan penularan infeksi Covid-19.

“Kalau vaksin itu saja baru 65 persen (keampuhannya), kalau ditambah dengan masker, cuci tangan, jaga jarak, hindari kerumunan kita bisa 80 sampai 90 persen kekebalannya terhadap virus. Saya minta masyarakat seperti itu, tangkal penyebaran dan penularan ini hanya vaksin dan protokol kesehatan itu saja,” ungkapnya.

Penerapan PPKM Darurat diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan masyarakat terhadap penerapan prokes Covid-19.

Pasalnya, sejak PPKM Darurat diberlakukan sejak 3 sampai 20 Juli kemarin angka kepatuhan prokes di Kota Tangsel masih jauh dari target yang ditentukan. Pak Ben ini mengungkapkan, penurunan angka kematian didapat pihaknya dari perbandingan sebelum dan sesudah pelaksanaan PPKM Darurat.

Karenanya, ia menilai PPKM Darurat masih menjadi andalan pemerintah dalam meningkatkan kepatuhan prokes Covid-19. “Kalau angka kematian malah sebetulnya turun 3 persen, tadinya 3,1 persen. Sekarang kan diukurnya atau dibandingkannya setiap minggu, seminggu sekali,” tutupnya. (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here