Home TANGERANG HUB Zaki : “Kita Tidak Boleh Lengah”, Meski BOR RS,Tempat Karantina dan Kasus...

Zaki : “Kita Tidak Boleh Lengah”, Meski BOR RS,Tempat Karantina dan Kasus Menurun

0
SHARE
Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar (kanan) menegur warga yang keluar malam saat monitoring pelaksanaan PPKM Darurat.

KAB.TANGERANG–PPKM Darurat mampu menurunkan angka kasus positif Covid-19 harian. Terjadi penurunan angka kasus konfirmasi Covid-19 sebanyak 94 kasus dari hari sebelumnya, pada akhir pekan kemarin. Angka kesembuhan juga naik. Bupati Tangerang A.Zaki Iskandar meminta masyarakat tidak lengah.

Sementara dalam usaha percepatan vaksinasi, membidik 335.351 sebagai target vaksinasi. Sedangkan vaksinasi suntikan pertama telah diberikan kepada 273.290 orang, dan suntikan kedua telah diberikan kepada 108.374 orang. Program vaksinasi kini tersentral di semua kecamatan. Untuk menggenjot angka penurunan kasus, Zaki Iskandar mengajak semua elemen masyarakat perang melawan Covid-19.

Ajakan gotong royong menghadapi pandemi disampaikan saat rapat koordinasi (rakor) penanganan dan penanggulangan pandemi di Pendopo Kabupaten Tangerang, akhir pekan kemarin.

Rakor ini diikuti oleh unsur Forkopimda, Sekda, para Asisten, OPD dan perwakilan organisasi kepemudaan, mahasiswa, ormas, baik yang hadir langsung maupun yang terhubung dengan secara virtual.

Dalam pemaparannya, Zaki mengungkapkan bahwa saat ini pasca PPKM Darurat ada dampak positif yang mulai terlihat. Mulai dari tingkat keterisian rumah sakit atau BOR, ICU dan rumah singgah menurun, yang sebelumnya mencapai lebih dari 90 persen. Per tanggal 22 Juli tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit sudah mencapai angka 76 persen, ICU 88 persen, dan rumah singgah yang tadinya mencapai 133 persen. Namun, saat ini 66,3 persen tingkat keterisiannya.

“Hal ini patut kita syukuri bersama dan merupakan hasil dari kerjasama, gotong-royong dan sinergitas dari semua pihak, pemerintah, TNI, Polri dan masyarakat. Kita tidak boleh lengah akan capaian ini. Namun harus tetap waspada dan senantiasa menerapkan protokol kesehatan 6 M. Karena Kabupaten Tangerang masih masuk zona merah, risiko tinggi dengan indeks skor total 1,782 poin,” katanya saat pemaparan.

Zaki secara terbuka berdialog, meminta saran, membuka pertanyaan dan masukan dari perwakilan peserta yang hadir langsung di Pendopo Bupati Tangerang. Mulai dari permasalahan yang dihadapi dan masukan tentang desintegrasi informasi tentang Covid-19, posko, simpul kerumunan, rumah singgah, bantuan sosial sampai dengan vaksinasi.

“Mau cari informasi rumah sakit, mau minta bantuan puskesmas, sembako, obat-obatan, telepon ke sini. Ini sudah disiapin 24 jam dan gratis pulsanya. Nanti dari nomor layanan 112 akan menjangkau puskesmas terdekat dan kecamatan terdekat,” katanya.

Zaki memaparkan pemerintah daerah memiliki keterbatasan baik sarana prasarana maupun tenaga dan personil. Perang terhadap Covid tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri tapi harus bersama-sama. Untuk kata dia, dibutuhkan gerakan bersama dari seluruh elemen kepemudaan, mahasiswa dan organisasi masyarakat lainnya sangat dibutuhkan, khususnya jaringan mahasiswa untuk memberikan program vaksinasi dan penyuluhan.

“Inilah tujuan kita sekarang berkumpul, berdiskusi dan berdialog bersama. Kami tidak bisa melakukan ini sendiri, perang ini harus dilakukan bersama-sama.Tujuannya membantu masyarakat, membantu masyarakat untuk mendapatkan informasi yang benar, membantu masyarakat mendapatkan fasilitas yang memang harusnya mereka dapat seperti sembako tepat sasaran. Isoman mendapatkan obat dan juga membantu masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang tepat,” tuturnya. (sep/din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here