Home TANGERANG HUB Tabung Oksigen Dipalsukan, Dibuat Dari Tabung Alat Pemadam Ringan

Tabung Oksigen Dipalsukan, Dibuat Dari Tabung Alat Pemadam Ringan

0
SHARE
Kapolrestro Tangerang Kota Kombes Pol Deonijiu De Fatima. (tiga dari kanan) menunjukkan barang bukti tabung aksigen palsu yang diproduksi seorang pencandu narkoba di Mapolres, kemarin. FOTO: Randy Yastiawan/Tangerang Ekspres

KOTA TANGERANG–Kasus Covid tinggi. Tabung oksigen langka. Kalau ada harganya selangit, melambung jauh dari harga normal. Pria berinisial IF, mencari cuan di atas penderitaan pasien Covid-19. Memalsukan tabung oksigen. Pemuda 27 tahun yang juga pecandu narkoba ini, mengubah tabung alat pemadam kebakaran ringan (Apar), menjadi tabung oksigen.

Ia membeli tabung apar ukuran 5 kg seharga Rp 250 ribu. IF lantas mengubah tabung apar yang warnanya merah, dicat ulang menjadi putih. Di ujung tabung, ia pasang regulator. Sekilas, tabung itu sudah mirip dengan tabung oksigen kapasitas 1 meter kubik.

IF lantas menjualnya secara online dengan harga Rp 5 juta hingga Rp 7 juta. Padahal, tabung oksigen kapasitas 1 meter kubik, harga sebelum pandemi Covid hanya Rp 900 ribuan. Saat pandemi, ketika banyak diburu pembeli, harganya melambung tinggi hingga Rp 8 juta.

Praktik curang IF terbongkar. Gegara IF masuk dalam pencarian Satuan Narkotika Polres Metro Tangerang Kota. Polisi mendeteksi IF menjadi pengedar narkoba di Batuceper, Kota Tangerang.

“Tersangka IF kita ringkus di Batuceper,” kata Kombes Pol Deonijiu De Fatima. Dalam penggerebekan itu, polisi menemukan barang bukti berupa alat isap dan paketan sabu. Polisi lantas melakukan pengembangan. IF mengaku tinggal di apartemen di kawasan Taman Sari, Jakarta Barat. Polisi lantas menuju apartemen. Di tempat itu, polisi melakukan penggeledahan untuk mencari sabu.

Namun ada yang ganjil. Di dalam kamar IF ditemukan banyak tabung oksigen warga putih dan tabung apar. “Di lokasi itu, ditemukan beberapa alat kesehatan yang diduga dipalsukan dan didaur ulang pelaku,”ujarnya
Deonijiu, Senin (26/7).

Deonijiu menambahkan, alat kesehatan palsu ini berupa tabung oksigen sebanyak 12 buah, berikut regulator, masker KF94, hand glove dan obat-obatan Covid-19 yang saat ini dibutuhkan masyarakat.

“Pelaku sengaja menimbun alkes palsu ini untuk dijual secara online, dengan harga Rp 5 juta sampai dengan Rp 7 juta demi keuntungan pribadi,”paparnya.

Ia menjelaskan, modus pelaku merekondisi tabung pemadam menjadi tabung oksigen dengan mengubah apar yang berwarna merah menjadi warna putih.

“Jadi, sebelum dipasarkan melalui online, pelaku mengecat ulang tabung apar ini menjadi seperti tabung oksigen. Lalu dijual melalui aplikasi online dan juga media sosial,” ungkapnya.

Kapolres menuturkan, tersangka dijerat pasal tentang narkotika yang ancaman hukumannya seumur hidup atau paling singkat 6 Tahun dan paling lama 20 tahun. Terkait Alat kesehatan (alkes), tersangka dikenakan pasal 196 undang-Undang perlindungan konsumen.

“Masa Pandemi saat ini, masyarakat agar selalu waspada dalam membeli tabung oksigen secara online, dicek dengan teliti. Sebaiknya, membeli tabung oksigen di tempat-tempat atau agen penjualan tabung oksigen yang resmi,”tutupnya. (ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here