SHARE
Mendagri Tito Karnavian (tiga dari kiri) dan Walikota Tangerang Arief R Wismansyah (dua dari kanan), Wakil Wlaikota Sachrudin (kiri) dan anggota Forkopimda menjelaskan hasil rakor tentang penanganan Covid-19 yang dilakukan Pemkot Tangerang, kemarin.

KOTA TANGERANG–Pemkot Tangerang juga dikunjungi Mendagri Tito Karnavian. Ia disambut Walikota Tangerang Arief R Wismansyah, Wakil Walikota Sahcrudin, Kapolrestro Tangerang Kombes Deonijiu De Fatima dan unsur Forkpimda. Tito datang ingin mengetahui apa saja yang sudah dilakukan pemkot dalam penanganan pandemi Covid.

Ia mengapresiasi berbagai terobosan yang dilakukan pemkot. Terobosan yang paling menjadi perhatian Tito adalah, Pemkot Tangerang mendirikan posko untuk pengisian tabung oksigen bagi warga yang menjalani isoman. Posko itu berada di kantor MUI. Dalam satu hari disedikan untuk isi ulang 1000 tabung oksigen kapasitas 1 meter kubik. Syaratnya mudah, warga yang akan mengisi ulang cukup bawa tabung dan menunjukkan KTP.

Beberapa minggu lalu, oksigen banyak dibutuhkan. Namun, langka di pasaran. Terobosan Pemkot Tangerang yang memberikan aksigen gratis bagi warga ini, membuat Tito melontarkan pujian.

“Ini terobosan luar biasa, di mana daerah mengadakan sendiri tanpa meminta kepada pemerintah pusat,” ungkapnya. Terobosan lain yang diapresiasi Tito adalah, banyaknya aplikasi virtual yang dibuat pemkot, untuk program yang berhubungan dengan masyarakat.

Tito menambahkan, dibuatnya situs virtual job fair yang mempertemukan para pemberi kerja dengan pencari kerja, pas dengan era pandemi ini.

“Tak hanya itu, Pemerintah Kota Tangerang juga menyediakan akses jaringan internet di setiap RW. Saya menilai, di tengah pandemi fasilitas jaringan internet dibutuhkan masyarakat, karena banyak kegiatan dilakukan secara daring, seperti kegiatan belajar mengajar maupun kebijakan bekerja dari rumah,”paparnya.

Untuk bansos, mendagri menyoroti sumber dana tidak hanya dari APBD.

Namun Pemkot Tangerang telah melakukan penyaluran bansos dari pihak lain. Seperti perusahaan, kelompok masyarakat, maupun perseorangan.

Ini patut menjadi contoh daaerah lain. Sehingga pemerintah daerah tidak hanya menunggu bantuan dari pemerintah pusat.

Sementara itu, Walikota Tangerang Arief R Wismansyah menjelaskan, sesuai arahan Mendagri yang tertuang dalam Instruksi Menteri telah dilakukan dengan baik. Hasilnya, kasus harian Covid-19 mengalami penurunan. Walaupun tidak signifikan.

“Penurunan terjadi di sejumlah aspek, diantaranya Bed Occupancy Ratio (BOR) rumah sakit yang telah menyentuh angka 73 persen dan Rumah Isolasi Terkonsentrasi (RIT) yang juga mengalami penurunan hingga 37 persen. Artinya, kami ikuti arahan Kemendagri dalam penanganan Covid-19,”tutupnya. (ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here