SHARE

TIGARAKSA–Ketua Forum Komunikasi Honorer Kategori 2 (FKHK) Kabupaten Tangerang Nuryanah menemukan banyak masalah pada pendaftaran calon aparatur sipil negara (CASN). Menurutnya, banyaknya aturan yang berubah-ubah setiap harinya, membuat para pendaftar tak yakin lolos seleksi administrasi.

“Banyak yang mengadu ke saya, hari ini a, besoknya b. Besoknya lain lagi. Jadi teman-teman yang mendaftar CASN itu kebingungan, karena aturannya berubah setiap hari. Mungkin karena sistem yang dikelola terpusat membuat kita yang di daerah jadi bingung,” paparnya kepada Tangerang Ekspres ketika diwawancarai, Selasa (27/7).

Nuryanah mengungkapkan, sistem pendaftaran CASN yang sulit dijangkau terutama mengunduh data dari Kemendikbud. Di mana, ada syarat mutlak untuk guru yang mendaftar di formasi PPPK, harus terdaftar di sistem data pokok pendidikan (Dapodik). Akan tetapi, kata Nuryanah, akses pengunduhan data di Dapodik sulit dijangkau.

“Akhirnya dalam sehari guru yang bisa mengunduh tidak lebih dari 100 orang. Karena akses sistem yang sulit. Akhirnya target dalam sepuluh hari harus masuk dua ribu hingga tiga ribu pendaftar, namun sudah dua minggu baru 1.800 orang. Sedangkan kuota yang disediakan untuk guru ada 5.922 formasi,” paparnya.

Lalu, masalah berikutnya, kata Nuryanah, untuk honorer kategori dua (K2) khususnya yang akan mendaftar ke PPPK harus mencantumkan nomor tes honorer pada 2013 dan 2019. Namun, saat meng-input nomor tes ke sistem ada keterangan ‘nama anda tidak terdaftar di dalam sistem Badan Kepegawaian Nasional (BKN)’.

“Padahal mereka (pendaftar) memegang nomor tes, karena sistem tidak berjalan,” ungkapnya. Kata Nuryanah, banyak aduan yang disampaikan ke dinas terkait yang akhirnya batas waktu pendaftaran diperpanjang dari 21 Juli ke 26 Juli.

“Masalah lagi, banyak juga sekolah yang tidak membuka formasi, bukan tidak mengusulkan setelah ada perpanjangan masa pendaftaran. Karena Dapodik tidak terunduh dianggap sekolah tidak membuka formasi oleh sistem BKN. Tidak terlacak itulah yang merugikan kami,” jelasnya.

“Contoh sekolah A membutuhkan 10 formasi. Karena sistem sulit terlacak dan kita sulit mendaftar maka formasi itu diisi orang lain dan sudah terisi lalu dikunci. Akhirnya guru yang induknya di sekolah A mencari ke sekolah lain yang belum dikunci agar bisa mendaftar CASN,” katanya.

Saat pendaftaran diperpanjang, akhirnya formasi yang di sekolah A dibuka. Dampaknya, guru induknya di sekolah A yang sudah mendaftar di sekolah lain kembali mengubah agar bisa masuk ke sekolah A.

“Itu kan mereka mengubah pendaftaran dari awal. Di hari terakhir pada 26 Juli mereka dimintai mendaftar kembali lewat pemberitahuan di SMS. Isinya ‘Silakan anda reset formasi yang anda pilih,’. Akhirnya yang kemarin sudah memilih bidang studi di sekolah lain kembali mengubah formasi bidang studi di sekolah induknya. Ini meresahkan terus,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengambangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tangerang Hendar Herawan mengatakan, jumlah final pelamar CASN Tahun 2021 sebanyak 25.561 orang. Namun, baru 23.837 orang dinyatakan submit di website. Proses verifikasi masih berlangsung.

Rinciannya, untuk calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang mengisi formulir ada 17.337 pelamar dan sudah Submit di sistem ada 15.972 pelamar. Untuk PPPK Non-Guru yang sudah mengisi formulir 601 pelamar dan sudah submit di sistem ada 450 pelamar. Untuk PPPK guru yang sudah mengisi formulir ada 7.580 pelamar yang sudah submit di sistem ada 7.415 pelamar.

“Belum terlihat formasi mana yang paling banyak dan sedikit karena proses verifikasi masih berlangsung,” paparnya.

Sementara itu, Pemkot Tangsel telah menutup pendaftaran penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) mulai 26 Juli pukul 24.0 WIB.

Sekretaris Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan (BKPP) Kota Tangsel Sri Juli Rahayu mengatakan, penerimaan CASN tersebut, terdiri atas CPNS dengan formasi 152 orang, Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (PPPK) non guru dengan formasi 67 orang, dan PPPK guru 1.754 orang.

“Formasi CPNS ada 152 orang untuk tenaga kesehatan dan tenaga teknis,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Selasa (27/7).

Juli menambahkan, setelah pendaftaran ditutup ada sekitar 4.000an orang yang mendaftar. Namun, pihaknya belum mengetahui secara rinci berapa jumlah tiap formasi. “Yang pasti jumlahnya ada sekitar 4.000an yang daftar CPNS,” tambahnya.

Masih menurutnya, tahap selanjutnya adalah verifikasi syarat administrasi untuk melihat calon mana saja yang persyaratannya sesuai. Waktu verifikasi diperkirakan akan selesai dalam seminggu dan kemudian akan diumumkan siapa saja yang lolos ke tahap selanjutnya.

“Pengumuman yang lulus verifikasi administrasi 2 atau 3 Agustus mendatang,” jelasnya.

Setelah lulus verifikasi administrasi, kemudian akan dilaksanakan tes seleksi kemampuan dasar (SKD) dan seleksi kemampuan bidang (SKB).

“Nantinya SKD memiliki nilai atau bobot 40 persen dan SKB 60 persen,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala BKPP Kota Tangsel Apendi mengatakan, penerimaan pegawai tahun ini formasi dibagi menjadi dua, yaitu untuk CPNS sendiri ataupun P3K. Perbedaannya, untuk PPPK yang lulus akan mendapatkan fasilitas sama seperti CPNS. Hanya saja tidak mendapatkan tunjangan pensiun.

“Selain itu dari usia juga, di mana CPNS boleh mendaftar maksimal usia 35 tahun sementara PPPK boleh hingga 40 tahun,” ujarnya.

Apendi menambahkan, dengan adanya penerimaan CPNS itu berharap bisa menambah efektivitas kinerja ASN dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat. Sebab saat ini Kota Tangsel hanya memiliki 4.946 ASN baik guru dan non guru.

“Angka ini jauh dari proporsi ideal yang mencapai 10-11 ribu ASN,” tutupnya. (sep/bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here