SHARE
Razia tempat hiburan yang dilakukan petugas gabungan saat penerapan PPKM Darurat, pekan kemarin. FOTO: Dok. Tangerang Ekspres

SERPONG-Sebanyak 10 orang diamankan oleh Polres Tangsel. Mereka diamankan dari dua tempat hiburan yang nekat beroperasi sampai menimbulkan kerumunan pada masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4.

Kapolres Tangsel AKBP Iman Imanuddin mengatakan, mereka diamankan dari bar dan juga gerai spa pelanggar PPKM Level 4 tersebut. “Kita mengamankan 10 orang, 6 laki-laki dan empat perempuan,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (27/7).

Namun, Iman belum menjelaskan secara rinci apakah 10 orang tersebut merupakan pengelola atau para pengunjung dari dua tempat hiburan malam tersebut. Dirinya hanya menyebut jika 10 orang tersebut sudah dibawa ke Polres Tangsel untuk diperiksa lebih lanjut atas dugaan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) Covid-19. “Mereka terus diperiksa terkait dugaan pidana kekarantinaan kesehatan dan atau wabah penyakit menular,” jelasnya.

Sebelumnya, Polisi menyegel dua tempat hiburan malam di kawasan Gading Serpong, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang yang nekat beroperasi dan membuat kerumunan pada masa PPKM level 4.

Masih menurutnya, dua tempat hiburan yang disegel tersebut adalah bar dan gerai spa. Kedua tempat itu kedapatan beroperasi saat petugas melakukan patroli PPKM level 4 pada Sabtu (24/7) sampai Minggu (25/7) dini hari. “Lokasi pertama yaitu B’Fly massage and lounge. Lokasi kedua Beer Garage,” tuturnya.

Imam mengungkapkan, petugas memergoki adanya perayaan pesta ulang tahun seorang pengunjung yang menimbulkan kerumunan di lokasi pertama. Sementara di lokasi kedua, lanjut dia, petugas melihat bahwa bar tersebut masih beroperasi dan melayani pelanggan sampai Minggu dini hari.

“Itu diselenggarakan perayaan ulang tahun yang kemudian menyebabkan terjadinya kerumunan. Kalau Beer Garage, berdasarkan petunjuk ditemukan masih beraktivitas dalam masa PPKM Level 4,” tuturnya.

“Kedua tempat hiburan malam ini sudah disegel sementara oleh petugas dengan pemasangan garis polisi,” tutupnya. (bud/esa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here