SHARE
Petugas gabungan melakukan penyekatan kendaraan di Jalan M. Toha, Pondok Cabe, Pamulang beberapa waktu lalu saat PPKM Level 4. FOTO: Satlantas for Tangerang Ekspres

SERPONG-Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tangsel mengingatkan pengendara masyarakat Kota Tangsel bahwa peraturan di titik penyekatan masih sama seperti saat pelaksanaan PPKM darurat.

Kepala Unit (Kanit) Pendidikan dan Rekayasa Lalu Lintas (Dikyasa) Sat Lantas Polres Tangsel Ipda Hery Sulistiyono mengaku, agar pengendara tetap membawa Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP). “Aturan ini berlaku di masa perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 sampai 2 Agustus bulan depan,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (27/7).

Hery menambahkan, saat ini masyarakat Kota Tangsel yang ingin melewati titik penyekatan Tangsel – Jakarta Selatan sudah mulai paham mengenai aturan STRP ini. “Setiap pengendara wajib menunjukkan, rata-rata pengendara sudah paham,” tambahnya.

Menurutnya, sanksi yang diterapkan bagi pengendara yang tidak bisa menunjukkan STRP masih berupa peringatan dan diarahkan untuk berputar balik dan tidak diperbolehkan melintasi perbatasan. “Sanksinya ya kita putar balik, untuk bikin surat keterangan, keterangan kerja untuk dari kantor, instansi masing masing,” jelasnya.

Seperti diketahui pemerintah memutuskan memperpanjang PPKM level 4 sampai 2 Agustus 2021. Perpanjangan itu resmi disampaikan Presiden Joko Widodo yang memberikan keterangan pers melalui YouTube Kesekretariatan Presiden.

Pengumuman tersebut telah disampaikan oleh pemerintah pada Minggu 25 Juli 2021. Sebelumnya Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Banten menemukan Pos Penyekatan PPKM Level 4 di wilayah hukum Polres Kota Tangsel kosong melompong.

Kanit Pendidikan dan Rekayasa Lalu Lintas (Dikyasa) Satlantas Polres Tangsel Ipda Hery Sulistiyono mengaku terkait pemberitaan mengenai pos penyekatan yang kosong tersebut. Ia mengatakan, jam penyekatan pada PPKM level 4 ini ada ketentuan yang berlaku.

“Kami luruskan untuk ritme jam kerjanya, jadi jam 6 sampai jam 14 nanti kita di jam kedua jam 14 sampai jam 6 pagi, kita buka jalur sebelah kiri untuk sementara dilonggarkan,” ungkapnya.

Hery mengklaim bahwa saat ini, penjagaan di titik penyekatan Kota Tangsel-Jaksel ini sudah ada kelonggaran jam-jam penutupan, pada pukul 22.00 WIB sampai 06.00 WIB ruas jalan disebelah kiri dibuka.

“Mohon maaf kemarin kebetulan datang di Bintaro sini sekitar pukul 22 lebih 45 menit, dari pemberitaan Ombudsman itu kami sudah dilonggarkan, sesuai dengan instruksi atau pemerintah pimpinan, pukul 22.00 WIB sampai jam 06.00 WIB itu kita longgarkan kita buka jalur sebelah kiri,” tutupnya. (bud/esa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here