SHARE
Platform e-commerce untuk berbelanja mata kuliah online, Indonesia Cyber Education (ICE) Institute menggandeng 13 kampus negeri dan swasta.

JAKARTA-Sebanyak 13 kampus negeri dan swasta Indonesia berkolaborasi membentuk platform e-commerce untuk berbelanja mata kuliah online bernama Indonesia Cyber Education (ICE) Institute. Memanfaatkan teknologi Blockchain, platform ini mempermudah perusahaan pencari kerja mencari calon karyawan sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan.

Peluncuran ICE Institute dipimpin langsung Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbudristek Nizam secara online kemarin (28/7). PTN yang bergabung dalam proyek ini diantaranya Universitas Indonesia (UI), ITS Surabaya, Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Terbuka (UT), dan Universitas Diponegoro (Undip). Sementara kampus swastanya ada Telkom University, Binus University, dan Universitas Pelita Harapan (UPH).

Kepala ICE Institute Paulina Pannen mengatakan saat ini tersedia 165 mata kuliah yang disiapkan oleh 13 perguruan tinggi tadi. Dia mengatakan melalui kerjasama dengan Kemendikbudristek, ICE Institute menyediakan 14.550 slot beasiswa untuk setiap semester. Selain itu juga ada 2.500 slot peserta ICE Institute untuk mengambil 1.381 mata kuliah yang disiapkan oleh edX.

Seperti diketahui edX adalah penyedia perkuliahan terbuka atau open online course yang cukup besar di dunia.

’’Kami memanfaatkan teknologi blockchain untuk menjalankan platform ini,’’ katanya. Dengan mengadopsi teknologi tersebut, bisa mempermudah perusahaan pencari kerja untuk mencari lulusan ICE Institute sesuai dengan kualifikasi yang diinginkan. Sebab basis data sertifikat keahlian atau kompetensi, langsung dapat diakses oleh job market oleh dunia industri.

Paulina mengatakan mereka juga bekerjasama dengan Kemendikbudristek yang sedang merancang sistem job market nasional. Sehingga dapat memperluas peluang atau kesempatan kerja mahasiswa yang mengambil mata kuliah di ICE Institute. Dia mengatakan sistem di ICE Institute ini seperti mal online. Sebab di dalamnya mitra perguruan tinggi menawarkan materi kuliah terbaiknya.

Dirjen Dikti Kemendikbudristek Nizam menyambut baik hadirnya ICE Institute tersebut. Sehingga materi perkuliahan yang kualitas tinggi dan diampu oleh dosen-dosen profesional bisa diakses masyarakat dari manapun. Mahasiswa dari pelosok tanah air, bisa mengikuti perkuliahan yang disiapkan guru besar kampus-kampus papan atas di Jakarta dan kota-kota besar lainnya.

Nizam mengatakan layanan di ICE Institute ke depan diharapkan bisa semakin luas. Termasuk melayani masyarakat yang tidak berstatus mahasiswa aktif. Sebab ke depan yang diperlukan adalah kompetensi. Bukan sebatas lembaran ijazah. ’’Saya ibaratkan ini seperti rumah makan Padang. Mahasiswa bisa bebas mau ambil rendang, telur dadar atau lainnya,’’ katanya. (wan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here