SHARE
Warga yang menjadi korban pungli bansos dimintai keterangan tim Reskrim Polres Metro Tangerang Kota, kemarin.

KOTA TANGERANG-Polres Metro Tangerang Kota menyelidiki temuan Mensos Tri Rismaharini. Saat sidak di Kecamatan Karang Tengah, dua hari lalu, Risma (panggilan Tri Rismaharini) menemukan, bansos dari Kemensos dipotong oknum pendamping. Kemarin, polres memanggil dan memeriksa 5 warga yang menjadi korban pungli.

Mereka ini penerima bantuan sosial tunai (BST) dan penerima bansos Program Keluarga Harapan (PKH).

Kasubag Humas Polres Metro Tangerang Kota Kompol Abdul Rochim menjelaskan, kelima warga Karang Tengah itu dimintai keterangan dalam rangka pengumpulan data. Ia memaparkan, tim reskrim bergerak setelah ada temuan dari hasil sidak Mensos Risma. “Lima orang dimintai keterangan untuk menggali informasi tentang dugaan pungli bansos,” jelasnya.

Dari keterangan kelima ibu rumah tangga itu, akan dikembangkan untuk mendeteksi siapa oknum pendamping PKH yang memotong bansos. Menurut Rachim, kelima warga tersebut bekerja sebagai ibu rumah tangga. Ada yang bekerja sebagai buruh cuci, pedagang asongan dan pedagang ikan keliling.

“Kelima warga tersebut telah memiliki kartu keluarga sejahtera. Dan dari keempat warga tersebut telah menerima Bantuan Sosial PKH sejak tahun 2018 sampai 2020 sebesar Rp600.000 per 3 bulan,” terangnya.

Bansos PKH adalah bantuan uang tunai yang diberikan kepada warga miskin yang anggota keluarganya ada yang hamil, penyandang disabilitas, bersekolah di SD hingga SMA, punya balita, hingga lanjut usia (lansia).

Penghitungan bantuan sosial PKH dibatasi maksimal empat orang dalam satu keluarga. Besaran bantuan berbeda-beda bergatung kriteria dan pencairan lewat rekening bank per 3 bulan.

Saat sidak, Mensos Risma menemukan salah satu warga sejak ditetapkan sebagai penerima PKH pada tahun 2017, baru satu kali menerima bantuan PKH. Hal inilah yang membuat Risma sempat sewot. Seharusnya bansos PKH diberikan 4 kali dalam setahun. Sementara BST bantuan tunai yang diberikan kepada warga terdampak PPKM Darurat. Besarannya Rp 600 ribu untuk dua bulan yang cair Juli ini. Uang diantar oleh petugas PT Pos ke rumah penerima.

Pemkot Tangerang juga tak mau berdiam diri. Membuka posko pengaduan melalui nomor seluler 0811-1500-293. Warga penerima bansos yang dipungli diminta mengadukan ke nomor itu.

Walikota Arief R Wismansyah mengatakan, bersama Kejaksaan Negeri Kota Tangerang serta Polres Metro Tangerang Kota telah berkoordinasi menindaklanjuti terkait dugaan pungli bansos di Karang Tengah. Salah satu warga kepada Mensos Risma mengaku bansos dipotong Rp 50 ribu.

“Kami sudah membuat Hotline pengaduan, bersama kejaksaan dan juga kepolisian untuk bisa langsung kita tindak. Laporan akan diteruskan kepada pihak kepolisian serta kejaksaan untuk bisa segera diinvestigasi dan dilakukan penindakan,”ujarnya saat ditemui Tangerang Ekspres di Puspemkot Tangerang, Kamis (29/7).

Arief menambahkan, bagi masyarakat yang bantuannya dipotong oleh oknum pendamping agar melapor ke nomor: 0811-1500-293. “Pelapor akan dijamin kerahasiaannya dan juga tetap diberikan jaminan untuk mendapatkan bantuan. Tidak perlu takut untuk melaporkan,” ungkapnya. (ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here