Home BISNIS Pengelola Mall Teko Minta Kepastian Relaksasi Pemerintah

Pengelola Mall Teko Minta Kepastian Relaksasi Pemerintah

0
SHARE
Suasana Mall Teras Kota terlihat sepi dan hanya beberarapa resto yang melayani take away.

SERPONG – Terjadinya pandemi Covid-19 dirasakan oleh seluruh sektor yang ada di Indonesia. Tidak terkecuali sektor retail atau Mall, Departement Store dan lainnya. Dari sekian banyak sektor, retail menjadi salah satu sektor yang merasakan kerugian paling signifikan.

Internal Consultant dan GM Mall Teras Kota BSD, Eko Soekotjo menjelaskan bahwa terdapat 350 pusat perbelanjaan di Indonesia, dimana sekitar 250 Mall berada di Jawa  dan Bali. Dari data yang pernah disampaikan oleh ketua APPBI kerugian akibat dampak Covid-19 sampai angka 5,4 triliun per Bulan.

”Untuk Jawa dan Bali sendiri mencapai 3,4 Triliun, belum persoalan Karyawan dirumahkan, tenant-tenant yang gulung tikar atau lainnya, hal ini juga sangat berdampak dengan perekonomian daerah dan juga isu sosial masyarakat. Sebagai contoh PAD (Penghasilan Asli Daerah) di Tangsel menurun tajam,” ujar Eko.

Dia menambahkan kerugian hingga triliunan itu juga akhirnya memberikan dampak kepada seluruh pegawai yang berkerja bersama mereka. Sehingga, diharapnya adanya solusi agar dapat meminimalisir dampak finansial pelaku  bisnis Pusat Perbelanjaan dan dampak sosial masyarakat sekitarnya. 

Atas dasar situasi ini, Pengelola Mall Teko melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Regulator dalam hal ini Pemkot Tangsel yang kemarin diwakili oleh Dinas Pariwisata (DISPAR) dan Dinas Industri & Perdagangan (INDAG) , untuk melakukan terobosan-terobosan atau  strategi pengelolaan Mall pada masa pemberlakuan PPKM Level 4. 

”Kami harus berani mengambil Langkah – langkah kongkrit dan terobosan – terobosan untuk meminimalisir terpuruknya perekonomian sektoral, bagaimanapun juga Mall atau Pusat Perbelanjaan memberikan kontribusi kepada Pemda dimana Mall itu beroperasi terutama pajak dan lainnya,” ujar Eko.

Situasi ini tambahnya, membuat pihak Pengelola Mall membutuhkan kepastian terkait kebijakan apalagi yang akan diberlakukan oleh Pemerintah jika pergerakan laju kasus Covid ini tidak cenderung menurun. Apalagi Dampak pandemi ini sudah kami rasakan dari akhir Maret 2020 sampai saat ini.

 ”Artinya sudah 19 bulan kami berjuang untuk tetap bisa bertahan secara finansial dan saat ini adalah klimaksnya dimana jika tidak ada kepastian buka operasional dan relaksasi dari Regulator berpotensi bisnis Mall akan tutup karena bangkrut.”katanya.

Mengingat sisa waktu yang sangat singkat, tinggal 4 hari lagi dimana hari Senin tanggal 2 Agustus 2021 batas pemberlakuan PPKM Level 4. Dirinya mewakili pengelola Mall di Kota Tangsel merekomendasikan untuk tanggal 3 Agustus 2021 Mall bisa buka dengan menerapkan system pengawasan dan monitoring Terpadu untuk Traffic pengunjung dan pemberlakuan Self-Assessment pengunjung secara manual sambil paralel menunggu support aplikasi Tracking & Tracing dari regulator atau pemerintah. Data Traffic pengunjung akan dimonitor secara Real-time atau online oleh Regulator. 

Strategi tersebut sudah di sampaikan kepada regulator dalam hal ini Pemkot Tangsel yang diwakili oleh Dinas Pariwisata dan Dinas Industri dan Perdagangan pada meeting bersama pada Hari Rabu tanggal 27 Juli 2021 pada pukul 10.00 di Hotel Santika.

Sementara untuk memastikan Pelacakan, Penelusuran dan pembatasan Pengunjung Mall. Sebagai contoh setiap pengunjung yang masuk Mall akan scan QR untuk mengetahui sudah vaksin belum, atau connecting penyelenggara Test antigen dan PCR untuk mengetahui status test pengunjung, serta Traffic untuk mengetahui jumlah pengunjung dan batasan jumlah yang disepakati bersama.

“Untuk Tracking dan Tracing tentunya menjadi domain pemerintah untuk mensupport aplikasi yang dibutuhkan seperti Peduli Lindung, Trace Together atau aplikasi lainnya , sementara untuk Traffic menjadi domain kami untuk menyediakannya,” singkatnya. (mol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here