Home HUKUM 23 Warga Melapor Dipungli Bansos

23 Warga Melapor Dipungli Bansos

0
SHARE
Polres Metro Tangerang Kota sudah memeriksa 5 orang terkait dugaan pungli bansos.

KOTA TANGERANG—Adanya pungutan liar (pungli) yang ditemukan Mensos Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini di Karang Tengah, terus berlanjut. Walikota Tangerang Arief R Wismansyah, Kapolres Metro Tangerang Kombes Pol Deonijiu De Fatima dan Kepala Kejaksaan Negeri Tangerang I Dewa Gede Wirajana, satu suara, akan menyelidiki kasus ini hingga terungkap oknum pendamping yang telah menyunat bansos dari Kemensos Risa (panggilan Tri Rismaharini) dalam sidaknya di Karang Tengah beberapa hari lalu, menemukan bantuan sosial tunai (BST) Rp 600 ribu, disunat oknum pendamping Rp 50 ribu. Arief bereaksi cepat dengan membuka
nomor pengaduan, 0811-1500-293. Hingga kemarin, sudah ada 23 warga yang mengaku basos yang diterimnya disunat dan melapor
ke nomor pengaduan itu.

Laporan itu kemudian diteruskan ke Polres Metro Tangerang Kota. Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Deonijiu De Fatima mengatakan, saat ini pihaknya sedang mencari kebenaran dari laporan itu. ”Kita sudah terima laporan masyarakat yang disampaikan ke Pemkot Tangerang. Berkasnya sedang kami pelajari,” ujarnya saat ditemui Tangerang Ekspres di Puspemkot Tangerang, Minggu (1/8).

Deonijiu menambahkan, satreskrim juga sudah memeriksa 5 orang untuk dimintai keterangannya. Sejauh ini masih dimintai keterangan sambil mendalami apakah ada pungutan atau tidak.

”Kemarin sudah 5 orang kita mintai keterangan dari pihak pendamping PKH, kita dalami dulu pasca ditemukan adanya aduan masyarakat mengenai pungutan pada saat memberikan bantuan PKH kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM),” paparnya.

Ia mengaku sudah melakukan komunikasi dengan Walikota Tangerang, untuk menindaklanjuti laporan masyarakat yang masuk ke hotline yang disiapkan Pemkot Tangerang.

”Apapun bentuknya, ditengah pandemi Covid-19 tidak boleh ada oknum yang mencari keuntungan. Berikan, hak masyarakat sesuai dengan yang telah ditentukan dan tidak ada boleh pemotongan walau satu rupiah pun,”ungkapnya.

Deonijiu menuturkan, masyarakat yang merasa menjadi korban pungli dari oknum manapun diharapkan melapor ke posko pengaduan Pemkot Tangerang. Tidak perlu takut, Karena akan dijamin rahasia identitasnya. ”Kami siap proses dan tindak tegas. Kami akan ungkap hingga menemukan oknum yang melakukan pungli. Masyarakat yang mengadu kepada kami atau Pemkot Tange rang akan dijamin kerahasiaannya dan tidak akan dipu blikasikan identitasnya.

Tidak perlu takut, karena kami juga akan mengawal,”tuturnya.

Walikota Arief R Wisman syah menjelaskan, akan terus melakukan penyelidikan bersama polres dan kejaksaan. Penyelidikan itu tetap dilakukan berdasarkan komitmen mereka untuk menemukan oknum pungli yang ada.

”Saya akan tetap melakukan investigasi bersama dengan polres dan juga kejaksaan, sampai oknum itu terungkap. Mengenai ada warga yang menarik omongannya itu hak dia. Karena, masalah pungli ini harus diselesaikan,”katanya.

Arief mengatakan, terkait oknum yang melakukan pungli itu diduga adalah pendamping PKH, pihaknya akan mengedepankan praduga tak bersalah. Karena, pihak kepolisian juga sedang melakukan penyelidikan lebih dalam.

”Tapi ini ada oknum. Oknumnya siapa, nanti urusan polisi sama kejaksaan. Karena polisi sama kejaksaan sudah bikin tim,” tegasnya.(ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here