Home HUKUM Kejari Kota Tangerang Segera Periksa Kadinsos

Kejari Kota Tangerang Segera Periksa Kadinsos

0
SHARE

Kejari Bidik Penyelewengan Dana PKH

KOTA TANGERANG — Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang sudah membentuk tim untuk menyelidiki dugaan pemotongan bantuan sosial (bansos) yang digelontorkan Kemensos. Tak hanya fokus pada bantuan sosial tunai (BST) saja.

Kejari Kota Tangerang kini bergerak mengendus penyelewengan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT. Hal itu sebagai tindak lanjut dari temuan pungli Mensos Tri Rismaharini di wilayah Kecamatan Pinang dan Karang Tengah, pekan lalu. Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Tangerang, I Dewa Gede Wirajana mengatakan, sudah mendeteksi ada pemangkasan bansos pada Juni 2021 lalu.

“Sejak Juni lalu kami telah mendeteksi terkait adanya dugaan pemangkasan maupun penyelewengan dana bantuan sosial, baik PKH, BPNT dan BST yang dilakukan oleh oknum. Kami telah melakukan koordinasi dengan Pak Walikota dan Kapolres,” ungkap Dewa kepada wartawan.

Ia menegaskan, telah membentuk tim khusus (timsus) untuk pengumpulan data dan bukti-bukti. Dewa mengaku sudah meneribatkan surat perintah (sprin) penyelidikan.

Seperti diketahui, PKH adalah bantuan sosial kepada warga miskin dengan beberapa kriteria. Keluarga miskin yang memiliki anggota keluarga sedang hamil dan anak usia dini mendapat Rp 3 juta. Memiliki anak bersekolah SD mendapat Rp 900 ribu, anak SMP Rp 1,5 juta, anak SMA Rp 2 juta, lansis 70 tahun ke atas Rp 2,4 juta dan disabilitas Rp 2,4 juta. Uang ditransfer ke rekening penerima per triwulan.

Kajari I Dewa mengatakan akan menindak tegas praktik-praktik yang merugikan masyarakat semacam itu. “Kami sudah buat tim khusus untuk pengumpulan data dan bukti. Sprin sudah dibuatkan untuk pemeriksaan pihak-pihak terkait. Apabila nanti terbukti ditemukan perbuatan tersebut kami tidak segan menindak oknum itu,” tandasnya.

Senada dikatakan Kepala Kasie Intelejen Kejari Kota Tangerang, R Bayu Probo Sutopo. Dia memastikan akan terus melakukan pengembangan dari setiap bukti-bukti yang didapat dalam penyelidikan. Menurutnya, semua pihak terkait akan dimintai keterangan.

Bayu menyebutkan telah melakukan pemamanggilan terhadap Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kota Tangerang, Suli Rosadi untuk dimintai kererangan. Namun Suli belum bisa hadir lantaran sedang sakit.

“Kita sudah panggil Pak Kadinsos Kota Tangerang untuk dimintai keterangan, tetapi belum bisa hadir karena masih sakit. Kemarin tahap awal 10 orang pihak terkait sudah kita minta keterangan” ungkap Bayu.

Dia juga menegaskan, kasus bansos yang tengah diselidiki tidak hanya terkait temuan Mensos Risma. Akan tetapi jauh sebelum itu. “Mulai dari sebelum temuan Bu Risma ya, semua kasus dugaan dana bantuan sosial, baik PKH, BPNT dan BST bakal diselidiki,” tandasnya.

Bayu mengaku sedang mencari data dari satu wilayah untuk dikembangkan ke wilayah lainnya. “Kita lagi cari data-datanya, dari satu wilayah yang kemarin 10 orang kita mintai keterangan. Itu dulu kita kembangin,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Pos Tangerang Mohamad Sarip mengatakan, kasus pungli yang terjadi di Kota Tangerang, bukan berasal dari bantuan sosial tunai (BST) melainkan masuk dalam kriteria PKH.

“Kasus yang kemarin itu bukan BST, tapi dari PKH, yang memang ada pendampinganya. Karena, kalau BST itu disalurkan oleh kami, yang mana tidak ada pendamping. Harus orang atau si penerima langsung yang ambil,” ujar Sarip kepada wartawan.

Sarip memaparkan, untuk penyaluran BST pun terdapat berbagai macam cara, mulai dari door to door, hingga menggunakan fasilitas gedung sekolah. Seperti yang dilakukan pihaknya pada 20 Juli lalu, dimana terdapat 444 keluarga penerima manfaat (KPM) yang mendapatkan bantuan. Bantuan diberikan secara door to door oleh petugas pos dan pemerintah setempat. Untuk BST, lanjut Sarip, terdapat 163 ribu penerima di 13 kecamatan di Kota Tangerang. Penyalurannya ditargetkan hingga 15 Agustus.

“Yang BST itu, kami salurkan secara door to door, yakni langsung datang ke rumah si penerima. Ada juga yang warga kita kumpulkan di gedung sekolah lalu kita berikan,” ungkapnya. (raf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here