SHARE
Pemkot Tangsel meminta Pemprov Banten tidak memangkas bantuan keuangan yang akan digunakan untuk penanganan Covid-19.

CIPUTAT-Pemkot Tangsel berharap bantuan provinsi (banprov) dari Provinsi Banten Rp 30 miliar tidak dikurangi. Infomasi yang berkembang, banprov untuk Pemkot Tangsel yang semula ditetapkan Rp 30 miliar, akan dikurangi menjadi Rp 25 miliat.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Tangsel Warman Syanuddin mengatakan, pemkot sedang membutuhkan dana yang cukup besar untuk penanggulangan Covid.

“Dari pusat mengharapkan ada pencairan-pencairan. Usul saya sebaiknya tidak ada rasionalisasi (pengurangan) bantuan,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Selasa (3/8).

Warman mencontohkan, Pemkot Tangsel mendapat bantuan untuk belanja infrastruktur dari provinsi dan mungkin itu boleh ditunda. “Banprov ini semua untuk penanganan Covid-19 dan dikhususkan untuk dinkes, semoga tidak dikurangi,” tambahnya.

Masih menurutnya, banprov tersebut sesuai usulan provinsi, untuk infrastruktur. Tahun ini sesuai arahan provinsi dengan keputusan gubernur sebesar Rp 30 miliar untuk penanganan Covid-19 semua dan dialokasikan ke dinkes.

“Ada kebijakan dari pemerintah pusat dan provinsi agar daerah segera membelanjakan untuk penanganan Covid-19 dan kita menunggu uangnya,” jelasnya.

Menurutnya, bila banprov ditujukan untuk pembangunan infrastruktur tapi, dirasionalisasi ke Covid-19 itu menjadi masalah. Kalau sudah menjadi ketetapan dan keputusan gubernur, sebaiknya banprov disampaikan kepada kabupaten/kota.

“Kita baru menerima keputusan gubernur Mei dan kita sudah menyesuaikan. Kita sudah mengajukan permohonan pencairan 25 persen dan sudah kita disampaikan ke gubernur,” tuturnya.

Banprov direncanakan satu tahun sebelumnya dan besarannya, sudah menetapkan dalam APBD Provinsi Banten. Keputusan gubernur sudah ada dan agar diusulkan menjadi rincian kegiatannya. “Yang pasti pemkot berharap tidak ada rasionalisasi banprov karena kita sudah mempersiapkan belanjanya untuk penanganan Covid-19,” tuturnya.

Sementara itu, Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengaku, sudah mendengar rencana rasionalisasi banprov. Tapi, belum ada kepastiannya. “Alokasinya sekitar Rp 30 miliar dan akan dialokasikan untuk pemenuhan saran prasarana RS Serpong Utara yang dikhususnya untuk penanganan pasien Covid-19,” ujarnya.

Pak Ben menambahkan, informasi yang diperoleh banprov nilainya menjadi Rp 25 miliar. Tapi, ia berharap nilainya tetap Rp 30 miliar. “Mudah-mudahan tidak dikurangi dan ini sudah disampaikan kepada gubernur untuk tidak dikurangi,” tambahnya.

Menurutnya, banprov usulnya hanya untuk penanganan Covid-19. “Kalau dikurangi tentu berpengaruh lah. Karena Rp 30 miliar rinciannya sudah dijelaskan untuk apa saja,” tutupnya. (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here