SHARE
Pinangki Sirna Malasari (duduk memakai rompi) didamping sejumlah jaksa diterima petugas LP Wanita Tangerang. Pinangki yang selama persidangan memakai hijab, saat masuk LP Wanita tidak memakai hijab lagi.

KOTA TANGERANG-Lembaga Pemasyarakatan (LP) Wanita Tangerang kedatangan penghuni baru, DR. Pinangki Sirna Malasari, SH., MH. Eks jaksa itu, Senin (2/8) resmi masuk LP setelah divonis 4 tahun penjara oleh Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta. Ia terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi, tindak pidana pencucian uang (TPPU), dan pemufakatan jahat terkait penanganan perkara terpidana korupsi hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra.

Vonis PT Jakarta ini lebih ringan dari vonis Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat. Sebelumnya di PN Jakarta Pusat Pinangki divonis 10 tahun penjara. Atas putusan vonis 4 tahu penjara ini, jaksa penuntun umum (JPU) menerima putusan ini dan tidak mengajukan kasasi. Eksekusi terhadap Pinangki disorot banyak pihak. Putusan PT Jakarta dilakukan pada 8 Februari 2021, namun baru Senin kemarin Pinangki digelandang ke LP Wanita Tangerang.

Penampilan Pinangki saat masuk LP berubah total. Mantan Kasubag Pemantauan dan Evaluasi pada Biro Perencanaan Kejaksaan Agung ini, tidak lagi memakai hijab dan baju gamis.

Sejak awal sidang pada 22 September 2020, perempuan asal Yogyakarta ini, memakai kerudung warna pink dengan baju gamis. Pada sidang berikutnya hingga vonis, ia tetap memakai hijab dan baju gamis. Saat memasuki LP Wanita Tangerang Pinangki melepas hijab. Rambut ikal Pinangki dibiarkan terurai. Perempuan yang dilantik menjadi jaksa pada 2007 itu, memakai baju lengan panjang dan celana panjang warna hitam, serta memakai rompi tahanan warna merah.

Pinangki masuk ke Lapas IIA Tangerang sejak Senin kemarin. Didampingi petugas lapas Pinangki terlihat tenang saat dilakukan pendataan oleh petugas Lapas. Kasie Pembinaan LP Wanita Tangerang Herti Hartati mengatakan, Pinangki masuk ke lapas tersebut pada pukul 13.30 WIB. Untuk dua pekan pertamanya, Pinangki akan mendekam di blok masa pengenalan lingkungan (Mapenaling). Hal itu, untuk memperkenalkan suasana LP sebelum dimasukkan kedalam sel biasa, bersama tahanan lainnya.

“Kalau untuk tempat hunian tetap disatukan dengan yang lain. Untuk saat ini, ditempatkan di blok mapenaling selama dua minggu. Setalah itu, baru dipindahkan ke blok yang sama dengan penguni lapas lainnya,”ujarnya saat ditemui Tangerang Ekspres di Lapas Kelas IIA Tangerang, Selasa (3/8).

Herti menambahkan, tidak akan ada sel khusus untuk Pinangki. Bahkan, saat memasuki wilayah LP wanita yang memiliki kekayaan Rp 6 miliar (LKHPN/Maret 2019) itu, hanya membawa beberapa barang pribadinya. Seperti baju tidur, pakaian dalam, dan beberapa pakaian bebas yang akan digunakan sehari-hari.

“Ponsel pribadi dan barang elektronik lainnya tidak diperbolehkan masuk ke lapas. Hanya baju dalam, baju tidur, dan beberapa baju bebas. Selain itu tidak ada yang diperbolehkan dibawa,”paparnya.

Ia menjelaskan, sebelum memasuki lapas, Pinangki terlebih dahulu melakukan swab PCR dan hasilnya negatif Covid-19. Karena, tidak hanya Pinanki saja. melainkan tahanan baru yang masuk wajib menjalankan serangkaian protokol kesehatan. “Kita wajib melakukan tes swab PCR kepada tahanan yang baru masuk, karena ini sebagai antisipasi adanya penyebaran virus Corona. Tidak hanya tahanan, semua pegawai juga wajib melakukan swab PCR,”ungkapnya. (ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here