SHARE
Polresta Bandara Soetta bersama Bea Cukai Bandara Soetta, memperlihatkan bungkusan makanan ringan berisi ekstasi dan para tersangkanya, di halaman Mapolresta Bandara Soetta, Rabu (4/8).

TANGERANG–Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Bandara Soekarno-Hatta, membongkar penyelundupan narkotika jenis ekstasi dari Malaysia dengan modus kirim barang antar negara.

Penemuan tersebut, dilakukan pada 6 April di gudang DHL area terminal kargo. Petugas menemukan sejumlah narkotika jenis ekstasi dari tangan tersangka berinisial MU sebagai penerima paket.

Kepala Seksi Patroli dan Operasi I Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Bandara Soekarno-Hatta Anton mengatakan, dari paket yang dikirim dari Malaysia tersebut didapati ada 9.984 butir ekstasi. Barang haram tersebut, dibungkus seperti makanan untuk mengelabui petugas Beacukai.

“Anggota kami melihat X-ray dari barang-barang kiriman melalui perusahaan jasa titipan. Setelah kita scan, terlihat kacang dalam bungkusnya tapi kelihatan image berbeda, tidak biasa. Untuk itu, dibuka sama anggota dan ternyata isinya ekstasi,”ujarnya saat ditemui Tangerang Ekspres di Mapolresta Bandara Soetta, Rabu (4/8).

Anton menambahkan, barang bukti yang hampir 10 ribu butir tersebut, dikamuflasekan dalam sebuah bungkus makanan ringan asal Malaysia. Saat dilihat kasat mata, memang pil ekstasi itu menyerupai sebuah kacang. Namun, dari gambar X-ray, barang haram tersebut jelas bukan kacang.

“Disembunyikan dalam bungkus makanan, jadi kalau dibuka orang melihat sekilas kacang, tapi kalau X-ray tampilannya berbeda,”paparnya.

Ia menjelaskan, usaha penyelundupan serupa ternyata tidak hanya dilakukan MU. Sebab Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta juga menciduk tersangka YH. Tersangka YH sendiri merupakan warga Tiongkok yang menyelundupkan narkotika jenis ketamin seberat 1 kilogram.

“Ada image yang berbeda ini, ada isinya. Kalau dilihat gambarnya, ada gelap di dalam ketamin. Saat kita bongkar ada isi ketamin sejumlah 1 kilogram. Disimpan dalam exhaust fan dari Inggris,”ungkapnya.

Sementara itu, Kapolresta Bandara Soetta Kombes Pol Edwin Hataorang menuturkan, dari laporan kantor Beacukai Bandara Soetta, barang bukti sebanyak 9.984 butir ekstasi dan 1.028 gram ketamin langsung dimusnahkan dengan cara di blender.

“Ini kami musnahkan barang bukti narkotika ekstasi dan ketamin, selanjutnya kami lakukan pemeriksaan terhadap dua orang yang telah diserahkan dari bea cukai ke kami,”tuturnya.

Edwin mengatakan, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, ke-7 tersangka diganjar dengan pasal 114 ayat 2 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Penyalahgunaan Narkotika.

“Ancaman hukuman pidana mati, penjara seumur hidup, atau penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun,”tutupnya. (ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here