SHARE
LAKSANAKAN VAKSIN: Siswa SMAN 1 Kabupaten Tangerang, saat dilakukan vaksin tahap pertama.

BALARAJA — Camat Balaraja, Kabupaten Tangerang Yayat Rohiman menilai sekolah wajib menyelenggaran vaksinasi Covid-19 sebelum pembelajaran tatap muka kembali dimulai.

Hal itu, kata dia, dilakukan agar saat proses pembelajaran tatap muka kembali dimulai tidak membuat sekolah kecolongan. “Saya kira menjadi wajib sekolah menyelenggarakan vaksinasi sebelum penyelenggaraan belajar di kelas benar-benar dilakukan,” kata Yayat, saat memantau kegiatan vaksin Covid-19 di SMAN 1 Kabupaten Tangerang, Selasa (4/8).

Yayat mengatakan, vaksinasi adalah prasyarat bagi anak-anak yang ingin menjalani sekolah tatap muka.

Oleh karena itu, ia menyarankan agar vaksinasi bisa dilakukan sebelum anak-anak beraktivitas kembali di sekolah.

“Agar keinginan mulia herd immunity yang disampaikan presiden dan praktisi kesehatan dapat dipastikan berlangsung di sekolah,” ujar dia.

Adapun pemerintah menargetkan opsi pembelajaran tatap muka itu dapat dibuka oleh semua sekolah di Indonesia pada tahun ajaran baru mendatang yang jatuh pada Juli 2021.

Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah Kabupaten Tangerang, Dindikbud Banten Mohamad Bayuni, mendorong vaksinasi Covid-19 pada siswa sebelum pembelajaran tatap muka (PTM) dimulai di sekolah.

“Sejalan dengan pelaksanaan kegiatan vaksinasi, saat ini perlu saya sampaikan kita sedang berupaya memaksimalkan seluruh para siswa untuk bisa dilaksanakan vaksinasi. Namun jika siswa tidak diizinkan oleh orangtuanya, maka kita tidak boleh memaksanya,” kata Bayuni.

Persiapan pembukaan sekolah, kata Bayuni, juga sudah dilakukan melalui uji coba PTM beberapa waktu lalu yang kemudian disetop karena tingginya laju kasus Covid-19.

Nanti ketika PTM dilaksanakan, sambung pengurus KONI Kabupaten Tangerang ini, pihak sekolah bakal melaksanakan blended learning atau pembelajaran campuran. Guru akan diminta mengajar jarak jauh dan tatap muka secara bersamaan.

“Sebelum dilakukan PTM kami adakan pelatihan, guru dilatih bagaimana bisa mengajar di saat yang sama dengan dua model berbeda,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Kabupaten Tangerang, R. Tandjung Sekartiani Y. menjelaskan, untuk pelaksanaan vaksin di sekolah yang dipimpinnya dibagi sekitar lima hari. Dimana setiap harinya dilaksanakan 300 siswa divaksin.

Kata Tandjung, dari 1.321 siswa SMAN 1 Kabupaten Tangerang, yang akan divaksin sekitar 1.148 siswa. Hal tersebut mengingat sebagian siswa ada yang sudah divaksin, ada yang sedang isolasi mandiri. Bahkan ada yang tidak diizinkan untuk divaksin.

“Bagi yang saat ini siswa belum divaksin karena berbagai alasan, maka akan kita arahkan ke puskesmas terdekat untuk divaksin,” tegas Tandjung. (din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here