SHARE
Personel Satlantas Polres Tangsel menunjukkan motor Kawasaki ER-6 di Mapolres Tangsel, Senin (2/8). Motor tersebut pada Minggu (1/8) menabrak Honda Beat B 6047 WYV. FOTO: Humas for Tangerang Ekspres

SERPONG-Polisi menetapkan AS, remaja laki-laki berusia 17 tahun sebagai tersangka. AS adalah pengemudi motor gede (moge) Kawasaki RE-6n yang menabrak H (49), wanita pengemudi sepeda motor Honda Beat di Jalan Boulevard Bintaro Jaya, Bintaro Sektor 7, Kecamatan Pondok Aren, Minggu (1/8) lalu.

Kanit Laka Lantas Polres Tangsel Iptu Nanda Setya Pratama Baso mengatakan, AS resmi berstatus tersangka sejak Selasa (3/8). “Sejak Selasa saya nyatakan kasus tersebut telah naik ke proses penyidikan. Tersangka yang ada pada kecelakaan ini adalah di pihak pengendara sepeda motor besar tersebut,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (4/8).

Nanda menambahkan, telah menetapkan AS sebagai tersangka. AS dijerat pasal 310 ayat 4 Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). AS dianggap lalai dalam berkendara hingga menghilangkan nyawa orang lain. Ancaman hukuman pasal tersebut adalah enam tahun penjara.

“Mempertimbangkan bahwa pengendara moge ini adalah berstatus anak sesuai dengan perundang-undangan sistem pengadilan anak, jadi kami pertimbangkan lagi bahwa akan dikedepankan diversi atau mediasi, kami tidak akan serta merta mempidanakan pengendara moge tapi, akan kami kedepankan diversi tersebut,” tambahnya.

Menurutnya, dari hasil penyelidikan, AS terbukti melaju dan pindah ke lajur ke arah kanan yang dilalui H. AS juga dianggap lalai karena tidak memperhatikan sekitar sehingga menabrak H.

“Dari hasil penyelidikan kami melihat bahwa pengendara moge tersebut melaju kemudian berpindah jalur mengambil lajurnya si pengendara Honda Beat tersebut. Kemudian yang kedua pengendara moge tersebut lalai atau tidak memperhatikan sekeliling ketika melakukan perpindahan lajur,” jelasnya.

Masih menurutnya, AS tidak ditahan saat proses penyidikan karena masih di bawah umur. “Karena statusnya anak di situ di Undang-undang sistem peradilan anak bahwa anak yang berhadapan dengan hukum itu mempunyai hak untuk tidak ditahan atau dipidana secara langsung,” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kronologi kecelakaan maut tersebut bermula dari AS yang melaju di Jalan Raya Boulevard Bintaro, dari arah simpang Permata menuju arah Giant Bintaro.

Sesampainya di dekat Hotel Santika, AS yang memacu mogenya dengan kecepatan 60-70 kilometer per jam itu menabrak H, pengendara Beat yang berhenti di tengah jalan karena hendak belok ke kiri. Akibat kecelakaan itu, H cidera parah di bagian kepala hingga tewas di lokasi. (bud/esa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here