SHARE
Kapolda Sumsel Irjen Eko Indra Heri (kiri) saat seremoni menerima bantuan uang Rp 2 triliun dari Heryanti (dua dari kiri), dua pekan lalu. Hingga kini, uang Rp 2 triliun itu tak ada di bank.

JAKARTA-Mabes Polri menurunkan dua pengawas internl sekaligus ke Palembang. Yakni, Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) serta Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam).
Kadivhumas Polri Irjen Argo Yuwono mengungkapkan, keduanya akan memeriksa Kapolda Sumsel Irjen Eko Indra Heri, terkait bantuan Rp 2 triliun.

”Ingin melihat jelasnya seperti apa,” katanya.

Dengan begitu, bakal diketahui bagaimana sebenarnya kasus tersebut. Argo menyatakan bahwa penanganan kasusnya masih berada di Polda Sumsel, tidak ditarik ke Bareskrim. Sementara itu, kondisi Heryanti ternyata baik-baik saja. Itulah hasil pemeriksaan di rumah putri bungsu Akidi Tio tersebut kemarin (4/8). ”Iya, kami melakukan pemeriksaan ringan dan wawancara saja dengan Heryanti. Kondisinya sehat dan tidak sesak napas,” jelas Kompol dr Mansuri SpF yang memimpin tim Biddokkes Polda Sumatera Selatan (Sumsel) seperti dilansir Sumatera Ekspres.

Padahal, Selasa lalu (3/8) Heryanti batal diperiksa untuk kali kedua di Mapolda Sumsel dengan alasan sakit. Heryanti diperiksa terkait dengan bantuan Rp 2 triliun atas nama mendiang ayahnya yang ternyata hingga kemarin tidak cair karena bilyet gironya (BG) kosong.

Mansuri menjelaskan, pemeriksaan kesehatan dilakukan dengan mengecek tensi darah dan denyut nadi. ”Dan, hasil semuanya bagus. Dengan kondisi itu, dia tidak perlu dibawa ke rumah sakit,” katanya.

Tabung oksigen, lanjut Mansuri, sudah dilepas karena Heryanti sudah sehat. ”Suami dan anaknya juga sehat,” ujarnya.

Mansuri mengungkapkan, hasil pemeriksaan kesehatan tersebut selanjutnya diserahkan kepada penyidik Ditreskrimum Polda Sumsel untuk diproses lebih lanjut.

Besarnya dana bantuan yang dijanjikan untuk penanganan pandemi Covid-19 membuat kasus itu menyedot perhatian. Apalagi, penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Mapolda Sumsel oleh Heryanti kepada Kapolda Sumsel Irjen Eko Indra Heri. Turut hadir Gubernur Sumsel Herman Deru.

Sebelumnya, tim medis dari Dinkes Sumsel juga melakukan swab polymerase chain reaction (PCR) terhadap Heryanti. Sebab, sejak Selasa (3/8), dia mengeluh sesak napas dan membutuhkan suplai oksigen.

Terpisah, Kabidhumas Polda Sumsel Kombespol Supriadi menuturkan bahwa pemeriksaan dengan melibatkan psikolog terhadap Heryanti sejauh ini belum diperlukan. ”Senin lalu (2/8) kami periksa dan belum ada hal-hal yang mengarah ke sana (dibutuhkannya psikolog, Red). Misalnya, kami tanya A dan dijawab B. Meski begitu, kami tetap mempersiapkan psikolog bila memang diperlukan sewaktu-waktu,” jelas Supriadi.

Supriadi menegaskan, terkait dengan bantuan yang akan diserahkan Heryanti, pihaknya masih melakukan pemeriksaan secara maraton. Selain itu, penyidik tengah mengecek aliran dana yang selama ini digunakan Heryanti. Apakah ada aliran dana dari Singapura atau bank lainnya dalam pembuatan bilyet giro oleh Heryanti.(jpg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here