SHARE
Petugas Damkar Kota Tangerang berjibaku memadamkan api di Lapas Kelas 1 Tangerang, kemarin.

KOTA TANGERANG–Lembaga pemasyarakatan (LP) Kelas 1 Tangerang terbakar. Api berkobar membakar ruang penjara di blok C2. Sebanyak 41 narapidana (napi) tewas dan 8 menderita luka bakar. Kebakaran di penjara bagi para bandar dan pengedar narkoba yang berlokasi di Jalan Raya Veteran No.2 Kelurahan Babakan Kota Tangerang, itu terjadi Rabu (8/9) pukul 02.30 WIB,
Napi yang tewas terbakar tidak bisa keluar dari kamar penjara, lantaran kunci gembok pintu tidak bisa dibuka. Api berkobar dan membesar dengan cepat. Sebanyak 41 napi itu tewas akibat terjebak dalam ruang tahanan yang terkunci.

“Karena api yang cepat membesar, beberapa kamar tidak sempat dibuka karena api yang besar,” ujar Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly, kemarin.

Dugaan sementara, kebakaran disebabkan adanya korsleting listrik. Yasona menyebut, lapas kelas 1 Tangerang telah dibangun tahun 1972. “Hingga kini tidak ada perbaikan instalasi listrik. Padahal, kapasitas daya terus ditingkatkan,” ujarnya.

“Sekarang puslabfor polri sedang meneliti sebab musabab kebakaran tersebut,” jelasnya.

Kemenkumham pun telah membentuk 5 tim. Dari 41 korban, ada dua warga asing asal Portugal, Ricardo Ussumane Embalo dan asal Afrika Selatan Samuel Machado Nhavene. Ricardo mendekam di LP Kelas 1 Tangerang karena kasus narkoba dan dihukum 20 tahun penjara. Sedangkan Nhavene juga kasus narkoba dan dihukum 10 tahun penjara.

Sementara satu orang lagi kasus terorisme atas nama Diyan Adi Priyana, warga Suradita, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang. Ia divonis 6 tahun penjara. Selebihnya, 38 napi warga Indonesia tersangkut kasus narkoba. Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat menyampaikan, pihaknya tengah menyelidiki ada atau tidaknya unsur pidana di balik peristiwa kebakaran di LP itu.
Sebanyak 20 sipir yang piket jaga malam itu, sudah diperiksa.

“Kita sedang melakukan pemeriksaan dan hasil pengembangan sementara, 20 orang saksi yang terdiri dari petugas piket jaga tadi malam, kemudian yang kedua adalah yang ada di sekitaran. Lalu yang ketiga penghuni di blok terjadinya peristiwa tersebut,” katanya saat ditemui wartawan di Lapas Klas I Tangerang, Rabu (8/9).

Berdasarkan hasil pemeriksaan saksi, kata Ade, ada ledakan di Blok C.

“Saat ini saksi itu tengah dilakukan pemeriksaan di Polres Metro Tangerang Kota bersama Ditreskrimum,” ujar putra mantan Walikota Cilegon Aat Syafaat ini. Selain memeriksa saksi-saksi, pihak penyidik juga turut mengamankan sejumlah barang bukti dari sekitar lokasi kebakaran seperti kabel-kabel. Nantinya barang-barang yang dikumpulkan dan dianalisa di laboratorium forensik (labfor).

“Ada beberapa yang kita bawa antara lain kabel-kabel yang terbuka dan sebagainya. Apakah terbukanya itu menjadi penyebab dan beberapa alat listrik serta saluran instalasinya,” paparnya. (raf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here