SHARE
Salah satu rumah di Klaster Perumahan BNI sudah memasuki tahap finising saat didatangi anggota Satpol PP Tangsel, kemarin. FOTO: Tri Budi/Tangerang Ekspres

CIPUTAT-Satpol PP Kota Tangsel akan memanggil pemilik sebuah klaster di perumahan Bukit Nusa Indan (BNI), Jalan Pelikan, Serua, Ciputat. Pemanggilan dilakukan lantaran pemilik sudah melakukan membangun namun, tidak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB).

Kepala Seks Penyelidikan dan Penyidikan pada Satpol PP Kota Tangsel Muksin Alfachry mengatakan, di klaster tersebut akan dibangun enam rumah namun, baru berdiri dua bangunan. “Ternyata pemilik klaster tidak memiliki IMB,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Kamis (9/9) malam.

Muksin menambahkan, pemilik tidak memiliki IMB diketahui setelah pihaknya pada Rabu (8/9) sore mendatangi klaster tersebut. Namun, pemilik klaster mengaku jika IMB sedang diurus di Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). “Kata pemilik klaster izinnya lagi diurus tapi, setelah kita cek ke DPMPTSP ternyata belum ada pengajuan IMB dari mereka,” jelasnya.

Menurutnya, di klaster tersebut akan dibangun 6 rumah. Satu sudah jadi dan dijadikan sebagai kantor pemasaran. “Yang satu rumah lagi sedang proses finishing, empat masih tanah kosong,” ungkapnya.

Lantaran tidak memiliki IMB maka satpol PP akan memanggil pemilik klaster untuk dilakukan pemeriksaan. Muksin mengaku, surat pemanggilan kemarin telah dikirimkan dan pemilik klaster diminta datang pada Senin mendatang. “Senin besok pemilik klaster kita minta datang ke komanda untuk kita lakukan pemeriksaan,” jelasnya.

Menurutnya, bila terbukti tidak meliki IMB, maka sanksi akan diterapkan sesuai Peraturan Daerah (Perda) terkait Bangunan Gedung.

“Ini terkait dugaannya mendirikan bangunan belum memiliki IMB, maka dapat kita kenai dugaan pelanggaran pasal 13 E, Perda nomor 6 tahun 2015, atas perubahan Perda nomor 5 tahun 2013 tentang bangunan gedung,” tutupnya. (bud/esa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here